Wednesday, 18 November 2020 By Admin

Pembuatan Vaksin

Proses pembuatan vaksin biasanya memakan waktu yang sangat lama, apalagi vaksin baru seperti vaksin covid, wah, sampai menjadi produk yang bisa beredar luas di masyarakat mungkin bisa memakan waktu puluhan tahun. Namun kita harus bersyukur karena berkat kemajuan teknologi, kita dapat menyaksikan pembuatan vaksin covid yang sangat cepat di tahun 2020-2021 silam. Dalam kurun waktu 6-9 bulan saja saat itu vaksin dikabarkan sudah rampung. Setelah selesai, vaksin tidak langsung diedarkan, tapi menjalani proses ujicoba komprehensif yang telah disetujui oleh WHO.

Setidaknya ada 3 fase ujicoba yang harus dijalani sebuah vaksin sebelum mendapatkan izin edar :

Pembuatan Vaksin : Ujicoba Tahap 1

Percobaan fase pertama ini melibatkan sekitar 20-80 subjek penelitian yang tergabung dalam satu kelompok orang dewasa. Jika vaksin yang dibuat ditujukan untuk anak-anak, maka para peneliti akan mengujinya kepada orang dewasa dan lalu perlahan-lahan menurunkan kelompok usia subjek penelitian tersebut hingga mencapai subjek penelitian dengan target usia yang diinginkan.

Tujuan dari fase 1 adalah untuk menentukan keamanan dari vaksin yang diuji dan menentukan jenis dan tingkat keparahan respons immun yang diakibatkan oleh vaksin tersebut. Setelah peserta divaksinasi, dalam beberapa penelitian, peneliti akan mencoba menginfeksi peserta penelitian dengan pathogen, tentunya proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Para peserta dalam fase pertama ini dimonitor dengan ketat dalam kondisi yang dikontrol dengan seksama.

Jika hasil dari fase satu menjanjikan, vaksin tersebut akan memasuki percobaan vaksin tahap 2.

Ujicoba Tahap 2

Pada tahap kedua ini, ujicoba dilakukan terhadap kelompok yang lebih besar dari tahap pertama. Ujicoba dilakukan terhadap sebuah kelompok yang terdiri dari ratusan individu. Beberapa individu bisa jadi merupakan anggota dari kelompok orang yang memiliki risiko lebih tinggi untuk tertular penyakit yang vaksinnya sedang diuji tersebut. Dalam percobaan ini terdapat juga individu-individu yang diberi placebo.

Tujuan utama dari ujicoba tahap kedua ini adalah untuk mempelajari keamanan dari vaksin yang diuji, immunogenicity, dosis yang direkomendasikan, jadwal imunisasi, dan cara pemberian vaksin.

Ujicoba Tahap 3

Kandidat vaksin yang telah sukses melewati tahap kedua lalu akan memasuki uji vaksin tahap 3. Pada tahap ketiga ini, ujicoba diberikan kepada kelompok yang lebih besar lagi, mencapai ribuan bahkan puluhan ribu individu. Ujicoba ketiga ini menggunakan sistem acak dan double blind (sistem ujicoba untuk menghindari bias. Penguji coba diberikan sampel lainnya yang berisi placebo atau vaksin lain, bukan vaksin yang diujicobakan) supaya hasil ujicoba semakin akurat.

Efektivitas vaksin pun diuji. Faktor-faktornya meliputi :

  • Apakah vaksin yang diuji mampu mencegah penyakit?
  • Apakah vaksin yang diuji mencegah infeksi dari pathogen terkait?
  • Apakah vaksin yang diuji mampu memicu produksi antibodi di dalam tubuh atau respons imun lainnya yang berkaitan dengan pathogen penyakit yang seharusnya dicegah oleh vaksin tersebut?