Indonesia adalah salah satu negara dengan prevalensi hepatitis B tertinggi di dunia — diperkirakan sekitar 18 juta orang Indonesia mengidap hepatitis B kronis. Penyakit ini menjadi penyebab utama sirosis hati dan kanker hati primer. Namun kabar baiknya: hepatitis B adalah penyakit yang sepenuhnya bisa dicegah dengan vaksin.
Apa Itu Hepatitis B?
Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati. Berbeda dengan hepatitis A yang biasanya sembuh sendiri, hepatitis B dapat menjadi kronis — terutama jika infeksi terjadi saat bayi atau anak kecil. Infeksi kronis jangka panjang dapat berujung pada kerusakan hati permanen, sirosis, atau kanker hati.
Virus hepatitis B menular melalui darah, cairan tubuh, dan dari ibu ke bayi saat persalinan. Virus ini jauh lebih menular dibanding HIV.
Siapa yang Harus Mendapat Vaksin Hepatitis B?
Bayi Baru Lahir
Ini adalah kelompok paling penting. Vaksin pertama diberikan dalam 12 jam pertama setelah lahir — terlepas dari berat badan atau kondisi bayi. Pemberian tepat waktu mencegah penularan dari ibu yang mungkin tidak mengetahui dirinya terinfeksi.
Anak-anak yang Belum Divaksin
Vaksin dapat diberikan kapan saja pada anak yang belum mendapatkannya. Program imunisasi nasional menyediakan vaksin ini secara gratis.
Dewasa Berisiko Tinggi
- Tenaga kesehatan yang terpapar darah dan cairan tubuh
- Pasangan atau anggota rumah tangga dari orang dengan hepatitis B
- Pengguna layanan hemodialisis
- Mereka yang belum pernah divaksin dan aktif secara seksual
- Pelancong ke daerah endemis
Jadwal Vaksinasi Hepatitis B
Untuk Bayi (Program Nasional)
- Dosis 0: dalam 12 jam setelah lahir
- Dosis 1: usia 2 bulan (kombinasi DPT-HB-Hib)
- Dosis 2: usia 3 atau 4 bulan
- Dosis 3: usia 4 atau 6 bulan
Untuk Dewasa yang Belum Pernah Divaksin
- 3 dosis: bulan ke-0, 1, dan 6
- Alternatif jadwal cepat: hari ke-0, 7, 21, dan booster bulan ke-12 (untuk yang segera membutuhkan perlindungan)
Apakah Perlu Tes Darah Sebelum Vaksin?
Untuk dewasa, disarankan melakukan tes HBsAg dan Anti-HBs sebelum vaksinasi. Jika sudah positif Anti-HBs (sudah kebal), vaksinasi tidak diperlukan. Jika HBsAg positif (sudah terinfeksi), vaksin tidak bermanfaat dan perlu penanganan medis yang berbeda.
💡 Tahukah Anda? Vaksin hepatitis B adalah vaksin pertama di dunia yang terbukti mencegah kanker — yaitu kanker hati yang disebabkan infeksi hepatitis B kronis. Ini menjadikannya salah satu vaksin paling penting dalam sejarah kesehatan masyarakat.
FAQ: Vaksin Hepatitis B
Apakah aman untuk ibu hamil? Ya, vaksin hepatitis B tergolong aman untuk ibu hamil dan bahkan dianjurkan jika ibu berisiko tinggi.
Berapa lama perlindungan vaksin hepatitis B bertahan? Studi menunjukkan perlindungan bertahan setidaknya 20–30 tahun, kemungkinan seumur hidup untuk mereka yang divaksin sebagai bayi.
Apakah booster hepatitis B diperlukan? Umumnya tidak untuk orang yang sudah mendapatkan seri lengkap. Namun tenaga kesehatan disarankan mengecek kadar Anti-HBs secara berkala.






