
Vaksin DBD: Manfaat, Syarat Usia, dan Jadwal Pemberiannya
Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia setiap tahunnya, terutama saat musim hujan tiba. Selain menjaga kebersihan lingkungan dan mengendalikan populasi nyamuk, kini tersedia opsi pencegahan tambahan berupa vaksin dengue yang dapat diberikan kepada anak maupun dewasa.
Vaksin dengue seperti Qdenga (TAK-003) dapat diberikan pada rentang usia 6–45 tahun sesuai izin edar BPOM, diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 3 bulan. Menurut WHO, vaksin ini efektif digunakan pada anak usia 6–16 tahun di wilayah dengan intensitas penularan dengue tinggi, dan dapat dipertimbangkan untuk kelompok usia lain dengan komorbid tertentu hingga usia 60 tahun.
Mengapa Vaksinasi DBD Penting di Indonesia?
Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban kasus DBD tertinggi di dunia. Menurut catatan Kementerian Kesehatan RI, kasus DBD di Indonesia sempat mencapai puluhan ribu kasus dalam setahun dengan ratusan kematian, dan penyakit ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti kebocoran plasma, syok, hingga kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Virus dengue memiliki empat serotipe berbeda (DENV-1, DENV-2, DENV-3, DENV-4), sehingga infeksi oleh satu serotipe tidak memberikan kekebalan penuh terhadap serotipe lainnya. Bahkan, infeksi kedua dengan serotipe berbeda berisiko menimbulkan gejala yang lebih berat. Karena hingga saat ini belum ada obat antivirus spesifik untuk dengue, Kemenkes RI menyebut vaksinasi sebagai salah satu strategi pencegahan penting di samping pengendalian vektor nyamuk.
Jenis Vaksin DBD yang Tersedia di Indonesia
Berdasarkan informasi dari Kemenkes RI, terdapat dua jenis vaksin DBD yang beredar di Indonesia:
Qdenga (TAK-003)
Vaksin ini berisi empat strain virus dengue yang telah dilemahkan (live-attenuated tetravalent), sehingga sistem imun dapat mengenali keempat varian virus dengue. Menurut BPOM, Qdenga disetujui untuk digunakan pada rentang usia 6–45 tahun, baik bagi yang belum pernah maupun sudah pernah terinfeksi dengue sebelumnya. Vaksin ini diberikan dalam 2 dosis dengan jarak 3 bulan antardosis.
Dengvaxia
Vaksin ini ditujukan khusus bagi orang yang sudah pernah terinfeksi virus dengue, umumnya pada anak usia 9–16 tahun, dan memerlukan pemeriksaan darah terlebih dahulu untuk memastikan status infeksi sebelumnya. Dengvaxia diberikan dalam 3 dosis dengan jarak 6 bulan antardosis.
Rekomendasi WHO Terkait Vaksin Dengue
WHO menerbitkan position paper resmi mengenai vaksin dengue pada Mei 2024, yang menjadi rujukan utama kebijakan imunisasi dengue secara global. Beberapa poin pentingnya:
– WHO merekomendasikan penggunaan Qdenga (TAK-003) pada anak usia 6–16 tahun di wilayah dengan intensitas penularan dengue tinggi.
– Untuk kelompok usia di luar rentang tersebut yang memiliki komorbid dan tinggal di negara endemis dengue, vaksinasi dapat dipertimbangkan hingga usia 60 tahun, dengan syarat beban kasus dengue berat pada kelompok tersebut sudah terdokumentasi secara memadai di negara terkait.
– Vaksin ini tidak direkomendasikan untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta orang dengan gangguan imun bawaan atau yang sedang menjalani terapi imunosupresan.
– WHO menegaskan bahwa vaksinasi dengue bukan pengganti pengendalian vektor nyamuk, melainkan bagian dari strategi pencegahan yang menyeluruh.
Menurut WHO, efikasi Qdenga terhadap pencegahan DBD secara keseluruhan tercatat cukup tinggi, dengan efektivitas yang lebih besar lagi dalam mencegah rawat inap akibat komplikasi dengue yang berat.
Siapa yang Perlu Mempertimbangkan Vaksin DBD?
Karena vaksin dengue belum termasuk dalam program imunisasi wajib pemerintah di Indonesia, vaksinasi ini bersifat pilihan yang dapat diakses melalui fasilitas kesehatan swasta. Namun, vaksinasi dapat menjadi pertimbangan penting bagi:
– Anak-anak dan dewasa yang tinggal di wilayah dengan riwayat kasus DBD tinggi.
– Orang yang pernah mengalami DBD sebelumnya dan ingin mengurangi risiko infeksi berulang yang berpotensi lebih berat.
– Pelancong yang sering bepergian ke daerah endemis dengue dan sebelumnya pernah terpapar virus dengue.
Sebelum vaksinasi, konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan untuk memastikan vaksin sesuai dengan kondisi kesehatan dan riwayat infeksi masing-masing individu.
FAQ Seputar Vaksin Dengue
1. Apakah vaksin dengue bisa diberikan untuk orang dewasa?
Bisa. Vaksin Qdenga disetujui BPOM untuk rentang usia 6–45 tahun, mencakup anak-anak, remaja, hingga dewasa muda, baik yang sudah maupun belum pernah terinfeksi virus dengue.
2. Berapa kali vaksin dengue harus diberikan?
Qdenga diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak 3 bulan. Jika dosis kedua tertunda, tidak perlu mengulang dari awal; dosis kedua cukup diberikan pada kesempatan terdekat berikutnya, sesuai panduan WHO.
3. Apakah vaksin dengue menjamin seseorang tidak akan terkena DBD lagi?
Tidak sepenuhnya. Menurut Kemenkes RI, vaksin dengue belum memberikan perlindungan 100 persen, sehingga orang yang sudah divaksinasi tetap berisiko terkena DBD meski umumnya dengan gejala yang lebih ringan. Pengendalian vektor nyamuk tetap penting dilakukan.
4. Siapa yang tidak boleh menerima vaksin dengue?
Menurut WHO, vaksin DBD tidak dianjurkan untuk ibu hamil, ibu menyusui, orang dengan gangguan imun bawaan atau yang sedang menjalani terapi imunosupresan, serta orang dengan infeksi HIV simtomatik.
5. Apakah vaksin dengue termasuk imunisasi wajib di Indonesia?
Belum. Saat ini vaksin DBD bersifat pilihan (bukan bagian dari program imunisasi nasional wajib) dan dapat diakses secara mandiri di klinik atau rumah sakit yang menyediakan layanan vaksinasi ini.
Lindungi Keluarga dari Risiko Demam Berdarah
Mencegah DBD membutuhkan kombinasi langkah, mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, mengendalikan populasi nyamuk, hingga mempertimbangkan vaksinasi sesuai anjuran tenaga medis. Bila Anda ingin mengetahui lebih lanjut apakah vaksin ini sesuai untuk anak Anda, kunjungi layanan imunisasi bayi dan anak di inHarmony Clinic. Untuk anggota keluarga dewasa, layanan vaksin dewasa kami juga dapat membantu melengkapi perlindungan tambahan, dan Anda bisa melengkapi kunjungan dengan medical check-up untuk memantau kondisi kesehatan secara menyeluruh.
Ingin konsultasi lebih lanjut soal jadwal dan ketersediaan vaksin dengue? Hubungi kami di info@inharmonyclinic.com atau cek daftar klinik inHarmony terdekat di kota Anda.
—
Sumber
– World Health Organization (WHO). “Vaccines and immunization: Dengue.” Questions and Answers, 10 April 2025.
– World Health Organization (WHO). “WHO position paper on dengue vaccines.” Weekly Epidemiological Record, Mei 2024.
– Kementerian Kesehatan RI, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan. “Vaksin Dengue dan Manfaatnya.” 6 Januari 2026.
– Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI. “Persetujuan Izin Edar Vaksin Dengue (Qdenga) untuk Usia 6-45 Tahun.”






