
Jawaban singkat: Vaksin dewasa adalah imunisasi lanjutan yang direkomendasikan untuk orang berusia 18 tahun ke atas, mencakup vaksin booster seperti Tdap (tetanus-difteri-pertusis) setiap 10 tahun, influenza tahunan, serta vaksin tambahan seperti Hepatitis B, HPV, MMR, pneumokokus, dan varicella sesuai riwayat imunisasi, pekerjaan, atau kondisi kesehatan. Menurut CDC dan Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, kebutuhan vaksin berubah seiring usia dan faktor risiko, sehingga jadwalnya bersifat individual, bukan satu resep untuk semua orang dewasa.
Foto: Epolk / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Banyak orang mengira imunisasi hanya urusan masa kecil. Padahal, kekebalan tubuh terhadap sejumlah penyakit menurun seiring waktu, dan ada pula vaksin yang memang baru direkomendasikan setelah dewasa. Artikel ini merangkum jenis vaksin dewasa yang direkomendasikan, jadwalnya berdasarkan usia, serta siapa saja yang sebaiknya memprioritaskannya.
Kenapa Orang Dewasa Masih Perlu Vaksin?
Ada tiga alasan utama mengapa vaksinasi dewasa tetap relevan:
Pertama, kekebalan dari vaksin masa kecil bisa menurun. Vaksin tetanus-difteri, misalnya, memerlukan dosis penguat (booster) setiap 10 tahun karena antibodinya tidak bertahan seumur hidup, seperti dijelaskan CDC dalam panduan vaksinasi difteri.
Kedua, beberapa vaksin memang baru direkomendasikan di usia dewasa, seperti vaksin pneumokokus dan herpes zoster (cacar api) yang mulai dianjurkan sejak usia 50 tahun ke atas, atau vaksin HPV lanjutan bagi yang belum lengkap saat remaja.
Ketiga, faktor risiko dan gaya hidup berubah. Pekerjaan, rencana ibadah umrah/haji, kehamilan, kondisi kesehatan kronis, hingga aktivitas bepergian dapat menambah kebutuhan vaksinasi tertentu yang tidak relevan saat masih anak-anak.
Menurut WHO melalui Immunization Agenda 2030 (IA2030), pendekatan vaksinasi sepanjang siklus hidup (life-course vaccination) penting untuk menjaga kesehatan, produktivitas, dan mengurangi beban sistem kesehatan di semua kelompok usia, termasuk dewasa dan lanjut usia.
Jenis Vaksin Dewasa yang Direkomendasikan
1. Tdap / Td (Tetanus, Difteri, Pertusis)
Booster ini dianjurkan setiap 10 tahun untuk semua orang dewasa. Bagi yang belum pernah menerima dosis Tdap sama sekali, CDC merekomendasikan satu dosis Tdap terlebih dahulu, baru dilanjutkan booster Td secara rutin.
2. Influenza (Flu)
Vaksin flu perlu diberikan setiap tahun karena virus influenza terus bermutasi. CDC merekomendasikannya untuk hampir semua orang dewasa tanpa kontraindikasi, terutama yang berisiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis.
3. Hepatitis B
Direkomendasikan bagi orang dewasa yang belum pernah divaksin atau tidak yakin dengan riwayat imunisasinya, terutama tenaga kesehatan, pasangan yang akan menikah, dan orang dengan risiko paparan darah/cairan tubuh.
4. HPV (Human Papillomavirus)
Idealnya diberikan sejak remaja, namun tetap dapat dipertimbangkan pada dewasa muda yang belum divaksin lengkap, untuk mencegah kanker serviks dan kanker terkait HPV lainnya.
5. MMR (Campak, Gondongan, Rubella)
Penting terutama bagi perempuan usia subur yang belum memiliki bukti kekebalan terhadap rubella, karena infeksi rubella saat hamil dapat menyebabkan cacat lahir serius pada janin (congenital rubella syndrome), sebagaimana ditekankan WHO dalam program eliminasi campak-rubella global.
6. Pneumokokus dan Herpes Zoster
Mulai direkomendasikan sejak usia 50 tahun (herpes zoster) dan menjadi prioritas sejak usia 65 tahun (pneumokokus), atau lebih awal bagi yang memiliki kondisi medis berisiko tinggi seperti diabetes, penyakit paru kronis, atau gangguan imun.
7. Vaksin Sesuai Kebutuhan Khusus
Tifoid dan meningitis (untuk calon jemaah umrah/haji), varicella (bagi yang belum pernah cacar air atau divaksin), serta dengue di beberapa kondisi, juga masuk daftar rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI sesuai riwayat kesehatan dan rencana perjalanan.
Gambaran Jadwal Berdasarkan Kelompok Usia
Jadwal berikut adalah gambaran umum; kebutuhan tetap perlu disesuaikan dengan riwayat imunisasi dan kondisi kesehatan masing-masing individu bersama dokter.
- Usia 18–26 tahun: Melengkapi HPV bila belum lengkap, memastikan MMR dan Hepatitis B lengkap, Tdap/Td booster, dan flu tahunan.
- Usia 27–49 tahun: Td booster tiap 10 tahun, flu tahunan, Hepatitis B bila belum pernah, vaksin tambahan sesuai pekerjaan (misalnya program vaksinasi corporate) atau rencana ibadah umrah/haji.
- Usia 50–59 tahun: Mulai dipertimbangkan vaksin herpes zoster, tetap lanjutkan Td/Tdap dan flu tahunan, serta evaluasi risiko untuk vaksin pneumokokus lebih awal bila ada penyakit penyerta.
- Usia 60 tahun ke atas: Prioritas pneumokokus, herpes zoster, flu tahunan, dan vaksin lain sesuai anjuran dokter dalam program vaksinasi golden age.
Siapa yang Sebaiknya Memprioritaskan Vaksin Dewasa?
Beberapa kelompok berikut disarankan untuk lebih proaktif memeriksa status vaksinasinya: karyawan dalam program kesehatan perusahaan, calon pengantin yang mempersiapkan kehamilan, calon jemaah umrah dan haji, tenaga kesehatan, orang dengan penyakit kronis (diabetes, penyakit jantung, gangguan imun), serta siapa pun yang tidak yakin dengan riwayat imunisasinya sejak kecil.
Kata Penutup
Vaksinasi bukan hanya urusan anak-anak. Memeriksa status imunisasi secara berkala dan melengkapi vaksin yang tertinggal adalah salah satu langkah pencegahan paling sederhana namun efektif untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan orang-orang di sekitar Anda.
FAQ Seputar Vaksin Dewasa
Apakah vaksin dewasa wajib bagi semua orang?
Tidak semua bersifat wajib secara hukum, namun sangat direkomendasikan sebagai langkah pencegahan. Beberapa, seperti booster Td/Tdap dan flu tahunan, dianjurkan untuk hampir semua orang dewasa tanpa kontraindikasi medis.
Bagaimana cara tahu vaksin apa saja yang saya butuhkan?
Cara paling akurat adalah berkonsultasi dengan dokter untuk meninjau riwayat imunisasi, usia, pekerjaan, dan kondisi kesehatan Anda, karena kebutuhan setiap orang bisa berbeda.
Apakah vaksin dewasa aman untuk ibu hamil?
Sebagian vaksin (seperti Tdap dan influenza) justru dianjurkan selama kehamilan untuk melindungi ibu dan bayi. Namun vaksin hidup seperti MMR dan varicella sebaiknya diberikan sebelum hamil, bukan saat hamil.
Apakah saya masih perlu vaksin jika sudah lengkap saat kecil?
Ya, beberapa vaksin memerlukan booster berkala (seperti Td/Tdap tiap 10 tahun dan flu tiap tahun) karena kekebalan tubuh dapat menurun seiring waktu, dan ada pula vaksin yang memang baru direkomendasikan di usia dewasa atau lanjut usia.
Apakah vaksin dewasa bisa dilakukan sekaligus dengan medical check-up?
Bisa. Banyak orang memanfaatkan sesi medical check-up untuk sekaligus meninjau status imunisasi dan menentukan vaksin apa yang perlu dilengkapi.
Sumber
- CDC – Recommended Adult Immunization Schedule
- CDC – What Vaccines are Recommended for You (Adult Vaccines)
- CDC – Diphtheria Vaccine Recommendations
- WHO – Immunization Agenda 2030 (IA2030), pendekatan vaksinasi sepanjang siklus hidup
- Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI – Jadwal Imunisasi Dewasa
Ingin tahu vaksin dewasa apa yang paling sesuai untuk Anda? Tim inHarmony Clinic siap membantu Anda meninjau riwayat imunisasi dan merekomendasikan langkah pencegahan yang tepat. Hubungi kami di info@inharmonyclinic.com atau temukan klinik terdekat melalui halaman daftar klinik inHarmony di Jakarta, Bogor, Tangerang, Surabaya, Depok, Bandung, Madiun, Kalimantan Barat, Mataram, Karawang, Kalimantan Selatan, Lombok Timur, dan Makassar.
