Cacar api atau herpes zoster sering dianggap remeh, padahal dampaknya terhadap kualitas hidup lansia bisa sangat berat. Rasa nyeri yang ditimbulkan tidak jarang bertahan berbulan-bulan setelah ruam kulitnya sendiri sembuh. Kabar baiknya, risiko ini bisa dikurangi secara signifikan lewat vaksinasi.
Foto: Whispyhistory / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat: Orang dewasa berusia 50 tahun ke atas dianjurkan mendapatkan vaksin herpes zoster (Shingrix) sebanyak 2 dosis dengan jarak 2–6 bulan, baik yang belum maupun sudah pernah terkena cacar api sebelumnya. Menurut CDC, vaksin ini terbukti 91–97% efektif mencegah herpes zoster dan komplikasi nyeri saraf jangka panjang (postherpetic neuralgia). WHO dan PAPDI di Indonesia juga merekomendasikan vaksinasi ini sebagai bagian dari program imunisasi dewasa dan lansia.
Apa Itu Herpes Zoster (Cacar Api)?
Herpes zoster, yang lebih dikenal masyarakat sebagai cacar api, disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster (VZV) — virus yang sama penyebab cacar air. Setelah seseorang sembuh dari cacar air, virus ini tidak sepenuhnya hilang dari tubuh, melainkan tertidur di jaringan saraf selama bertahun-tahun. Ketika sistem imun melemah, virus dapat aktif kembali dan menimbulkan ruam melepuh yang menyakitkan, biasanya hanya pada satu sisi tubuh atau wajah. Menurut CDC, ruam ini umumnya mengering dalam 7–10 hari dan pulih sepenuhnya dalam 2–4 minggu, namun rasa nyeri dan gatal yang menyertainya bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kenapa Risiko Meningkat pada Lansia?
Risiko terkena herpes zoster dan komplikasinya meningkat seiring bertambahnya usia. CDC mencatat bahwa penuaan, penurunan daya tahan tubuh, serta penyakit kronis seperti diabetes, gangguan jantung, dan gangguan pernapasan menjadi faktor risiko utama. Kondisi ini terkait dengan penurunan kekebalan akibat usia, istilah yang juga dipakai PAPDI untuk menjelaskan mengapa orang dewasa di atas 50 tahun perlu perhatian khusus dalam program vaksinasi. Komplikasi paling umum adalah nyeri saraf jangka panjang yang disebut postherpetic neuralgia (PHN), yang bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah ruam sembuh. Jika muncul di area wajah, herpes zoster juga berisiko memengaruhi mata dan menyebabkan gangguan penglihatan. Karena itu, pemeriksaan kesehatan berkala seperti medical check-up penting untuk memantau kondisi imun dan penyakit penyerta pada lansia sebelum menentukan jadwal vaksinasi yang tepat.
Vaksin Herpes Zoster: Efektivitas dan Rekomendasi Global
Rekomendasi WHO
Pada Juli 2025, WHO menerbitkan position paper terbaru mengenai vaksin herpes zoster, memperbarui panduan sebelumnya dari tahun 2014. Untuk pertama kalinya, WHO merekomendasikan agar negara-negara dengan beban kasus herpes zoster yang signifikan memasukkan vaksinasi ini ke dalam program imunisasi bagi lansia, dengan memprioritaskan vaksin zoster rekombinan (recombinant zoster vaccine/RZV).
Rekomendasi CDC Amerika Serikat
CDC merekomendasikan 2 dosis vaksin Shingrix dengan jarak 2–6 bulan untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas dengan sistem imun sehat, tanpa batas usia maksimal, baik yang pernah maupun belum pernah mengalami cacar api sebelumnya. Tidak diperlukan skrining riwayat cacar air atau tes laboratorium sebelum vaksinasi. Dari sisi efektivitas, Shingrix terbukti 97% efektif mencegah herpes zoster pada kelompok usia 50–69 tahun, dan 91% efektif pada usia 70 tahun ke atas. Perlindungan tinggi ini diperkirakan bertahan setidaknya tujuh tahun setelah dua dosis lengkap diberikan.
Rekomendasi PAPDI di Indonesia
Di Indonesia, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) turut memperbarui jadwal imunisasi dewasa dengan menambahkan vaksin herpes zoster, terutama bagi orang berusia di atas 50 tahun dan individu berusia 18 tahun ke atas dengan kondisi imunokompromi. Vaksin yang beredar di Indonesia merupakan vaksin rekombinan, bukan vaksin hidup yang dilemahkan, sehingga relatif aman diberikan pada kelompok lansia maupun individu dengan gangguan imun tertentu. Layanan vaksinasi dewasa dan lansia di klinik seperti inHARMONY dapat membantu memastikan jadwal vaksinasi sesuai kondisi kesehatan masing-masing individu.
Jadwal, Cara Pemberian, dan Efek Samping
Vaksin herpes zoster diberikan melalui suntikan intramuskular sebanyak dua kali, dengan jarak minimal 2 bulan dan maksimal 6 bulan antar dosis. Efek samping yang paling sering dilaporkan bersifat ringan hingga sedang, seperti nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan, serta rasa lelah, sakit kepala, atau nyeri otot yang biasanya membaik dalam beberapa hari. Menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi yang cukup, misalnya lewat layanan nutrition support, juga dapat mendukung kondisi tubuh secara umum menjelang dan setelah vaksinasi. Sebelum menjalani vaksinasi, sebaiknya lansia atau keluarga berkonsultasi dengan tenaga medis, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menjalani pengobatan yang menekan sistem imun.
FAQ Seputar Vaksin Herpes Zoster
Apakah vaksin herpes zoster wajib untuk semua lansia?
Vaksin ini bukan vaksin wajib, namun sangat dianjurkan bagi orang berusia 50 tahun ke atas karena risiko herpes zoster dan komplikasinya meningkat signifikan pada kelompok usia ini, menurut CDC dan PAPDI.
Apakah orang yang pernah kena cacar api perlu vaksin lagi?
Ya. CDC menyatakan vaksinasi tetap dianjurkan meskipun seseorang pernah mengalami episode herpes zoster sebelumnya, karena penyakit ini dapat berulang.
Apakah vaksin herpes zoster aman untuk lansia dengan penyakit kronis?
Vaksin rekombinan yang beredar saat ini umumnya aman untuk lansia dengan kondisi kronis seperti diabetes atau penyakit jantung, namun tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum vaksinasi untuk penyesuaian kondisi individu.
Berapa lama perlindungan vaksin ini bertahan?
Berdasarkan data CDC, perlindungan tinggi dari vaksin Shingrix diperkirakan bertahan setidaknya tujuh tahun setelah dua dosis lengkap diberikan.
Apakah vaksin ini sudah tersedia di Indonesia?
Ya, vaksin herpes zoster rekombinan sudah tersedia di Indonesia dan termasuk dalam rekomendasi jadwal imunisasi dewasa PAPDI.
Sumber
- WHO — Position Paper on Herpes Zoster Vaccines (Juli 2025)
- CDC — Shingles Vaccine Recommendations
- CDC — Shingles Vaccination
- CDC — About Shingles (Herpes Zoster)
- PAPDI — Mencegah Cacar Api Melalui Vaksinasi
Melindungi lansia dari herpes zoster berarti melindungi kualitas hidup mereka di usia emas. Jika Anda atau anggota keluarga tertarik menjalani vaksinasi herpes zoster maupun program vaksin dewasa lainnya, tim inHARMONY siap membantu — hubungi kami di info@inharmonyclinic.com atau kunjungi salah satu jaringan klinik inHARMONY terdekat untuk konsultasi lebih lanjut.
