Vaksin Tifoid: Jenis, Usia, dan Siapa yang Perlu

Demam tifoid (tifus) masih menjadi masalah kesehatan di banyak negara berkembang, termasuk di kawasan Asia. Penyakit ini menyebar lewat makanan dan minuman yang tercemar, sehingga siapa pun bisa terpapar, terutama saat bepergian atau tinggal di lingkungan dengan sanitasi terbatas. Salah satu cara perlindungan yang tersedia adalah vaksin tifoid. Artikel ini menjelaskan apa itu vaksin tifoid, jenisnya, dan siapa yang perlu mempertimbangkannya.

Foto: Whispyhistory / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jawaban singkat: Vaksin tifoid adalah vaksin untuk melindungi dari demam tifoid yang disebabkan bakteri Salmonella Typhi. Menurut WHO, vaksin tifoid konjugat (TCV) menjadi pilihan yang diutamakan di semua usia karena perlindungannya lebih lama dan dapat diberikan pada anak mulai usia 6 bulan. Vaksin ini paling dipertimbangkan oleh anak-anak, pelancong ke daerah berisiko, dan orang yang tinggal di lingkungan dengan sanitasi kurang baik.

Apa Itu Demam Tifoid dan Bagaimana Penularannya?

Menurut CDC, demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi. Bakteri ini dikeluarkan lewat tinja oleh orang yang sedang sakit maupun orang yang masih membawa bakteri setelah sembuh. Penularan terjadi ketika bakteri tertelan, biasanya melalui makanan atau minuman yang tercemar limbah, makanan yang dibilas dengan air tercemar, atau makanan yang disiapkan orang yang tidak mencuci tangan setelah dari toilet.

CDC juga menegaskan bahwa tifoid dan paratifoid dapat mengancam jiwa, sehingga siapa pun yang bergejala, termasuk demam, perlu segera mencari pertolongan medis.

Seberapa Besar Beban Penyakit Tifoid?

WHO memperkirakan terdapat sekitar 11 hingga 21 juta kasus tifoid dan sekitar 128.000 hingga 161.000 kematian setiap tahun di dunia. Kelompok yang paling terdampak adalah anak usia 5 hingga di bawah 15 tahun. WHO juga mencatat bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang anak kecil dan kelompok rentan di tempat dengan sistem air dan sanitasi yang belum memadai.

Jenis Vaksin Tifoid

Berdasarkan makalah posisi WHO tentang vaksin tifoid, ada tiga jenis vaksin yang dikenal:

  • Vaksin tifoid konjugat (TCV): diberikan satu dosis 0,5 mL. WHO merekomendasikannya untuk bayi dan anak di atas 6 bulan hingga dewasa sampai usia 45 tahun di wilayah endemis. WHO menyatakan kebutuhan pengulangan (booster) untuk TCV masih belum jelas.
  • Vaksin polisakarida Vi (ViPS): diberikan satu dosis mulai usia 2 tahun, dan WHO menyebutkan pengulangan setiap 3 tahun.
  • Vaksin oral hidup (Ty21a): diberikan tiga dosis dengan selang satu hari untuk usia di atas 6 tahun, dengan pengulangan setiap 3 hingga 7 tahun di sebagian besar wilayah endemis.

Jenis dan jadwal vaksin yang tersedia dapat berbeda di tiap fasilitas kesehatan, sehingga pilihan akhir sebaiknya dibicarakan dengan dokter. Informasi seputar imunisasi bayi dan anak juga dapat membantu orang tua memahami vaksin apa saja yang relevan bagi buah hati.

Siapa yang Perlu Mempertimbangkan Vaksin Tifoid?

Anak-anak dan remaja

WHO menganjurkan TCV untuk bayi dan anak di atas 6 bulan di negara endemis, dengan kampanye catch-up bagi anak hingga usia 15 tahun bila memungkinkan. Pemberian rutin dapat dilakukan bersamaan dengan vaksin lain, misalnya pada usia 9 bulan atau pada tahun kedua kehidupan.

Pelancong dan peziarah

CDC menyebutkan risiko tifoid meningkat pada orang yang bepergian ke wilayah Afrika, Asia, atau Amerika Latin yang penyakitnya umum, terutama daerah pedesaan, serta mereka yang mengunjungi keluarga di sana dan belum divaksinasi. Jika Anda merencanakan perjalanan ibadah, lihat juga panduan vaksin umrah dan konsultasikan kebutuhan vaksin sebelum berangkat.

Dewasa dan pekerja

Orang dewasa yang sering berpindah tempat kerja atau bepergian dinas juga dapat bertanya kepada dokter tentang vaksin tifoid. Untuk kebutuhan kelompok karyawan, tersedia pula informasi vaksinasi korporat. Rekomendasi pribadi tetap bergantung pada riwayat kesehatan, rencana perjalanan, dan kondisi lingkungan Anda.

Vaksin Saja Tidak Cukup: Tetap Jaga Kebersihan

Vaksin bukan pengganti kebiasaan hidup bersih. Karena tifoid menular lewat makanan dan minuman tercemar, mencuci tangan dengan sabun, memilih air minum yang aman, dan memastikan makanan matang serta higienis tetap penting. Jika muncul demam yang tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

FAQ Seputar Vaksin Tifoid

Apakah vaksin tifoid sama dengan tes Widal atau pengobatan tifus?

Tidak. Vaksin tifoid adalah pencegahan sebelum terinfeksi, sedangkan pemeriksaan dan pengobatan dilakukan ketika seseorang sudah bergejala. Gejala tifoid perlu ditangani tenaga medis.

Berapa kali vaksin tifoid diberikan?

Menurut WHO, TCV diberikan sebagai satu dosis. Vaksin ViPS juga satu dosis dengan pengulangan setiap 3 tahun, sedangkan vaksin oral Ty21a diberikan dalam tiga dosis.

Mulai usia berapa vaksin tifoid dapat diberikan?

WHO menyebutkan TCV dapat diberikan mulai usia 6 bulan, ViPS mulai usia 2 tahun, dan Ty21a untuk usia di atas 6 tahun.

Apakah vaksin tifoid membuat saya kebal sepenuhnya?

Tidak ada vaksin yang menjamin perlindungan mutlak. Karena itu kebersihan makanan, air minum, dan cuci tangan tetap perlu dijaga meskipun sudah divaksinasi.

Kapan sebaiknya vaksin diberikan sebelum bepergian?

Sebaiknya konsultasikan jauh hari sebelum keberangkatan agar dokter dapat menentukan jenis vaksin dan waktu pemberian yang sesuai dengan rencana perjalanan Anda.

Sumber

Ingin tahu lebih lanjut atau berkonsultasi soal vaksin yang sesuai untuk Anda dan keluarga? Hubungi kami di info@inharmonyclinic.com atau temukan klinik terdekat di daftar klinik inHarmony.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top