Kamis, 03 Juli 2025 By inHARMONY Group

Indonesia telah dinyatakan bebas polio oleh WHO sejak tahun 2014. Namun pada tahun 2022, kasus polio kembali muncul di Aceh setelah lebih dari satu dekade tidak ada laporan — menjadi pengingat keras bahwa penyakit yang hampir punah ini bisa kembali jika kita lengah dalam menjaga cakupan imunisasi. Jadi, vaksin polio anak indonesia tentunya masih relevan dan untuk mendukung klaim itu, mari kita simak beberapa fakta mengenai polio dan vaksinnya di bawah ini

Apa Itu Polio dan Mengapa Masih Berbahaya?

Poliomyelitis adalah infeksi virus yang dapat menyebabkan kelumpuhan permanen, bahkan kematian. Virus poliovirus menyerang sistem saraf dan paling parah dampaknya pada anak di bawah 5 tahun. Yang membuat polio sangat berbahaya adalah sifatnya yang asimtomatik pada sebagian besar kasus — 90% penderita tidak menunjukkan gejala, namun tetap dapat menularkan virus kepada orang lain.

Satu-satunya cara melindungi seseorang dari polio adalah dengan vaksinasi. Tidak ada obat untuk kelumpuhan akibat polio setelah terjadi.

Dua Jenis Vaksin Polio

OPV — Oral Polio Vaccine (Vaksin Tetes)

Diberikan melalui mulut dalam bentuk tetes. Mengandung virus polio hidup yang dilemahkan. OPV tidak hanya melindungi individu yang divaksin, tetapi juga menciptakan kekebalan komunitas karena virus vaksin dapat menyebar ke orang di sekitar yang belum divaksin. Inilah yang membuat OPV sangat efektif untuk eradikasi di daerah dengan sanitasi rendah.

IPV — Inactivated Polio Vaccine (Vaksin Suntik)

Mengandung virus polio yang sudah dimatikan dan diberikan melalui suntikan. IPV tidak bisa menyebabkan polio dalam kondisi apapun karena virusnya sudah tidak aktif. WHO merekomendasikan setidaknya satu dosis IPV dalam jadwal imunisasi untuk menutup celah perlindungan OPV.

Jadwal Imunisasi Polio di Indonesia

  • OPV-0: saat lahir, sebelum pulang dari RS
  • OPV-1 + IPV-1: usia 2 bulan
  • OPV-2: usia 3 atau 4 bulan
  • OPV-3 + IPV-2: usia 4 atau 6 bulan
  • OPV-4 (booster): usia 18 bulan

Program imunisasi nasional menyediakan vaksin polio gratis di Puskesmas dan posyandu untuk semua bayi.

Mengapa Cakupan Vaksin Polio Harus Dijaga di Atas 95%?

Polio membutuhkan cakupan imunisasi yang sangat tinggi untuk herd immunity — minimal 80–85% populasi harus kebal. Namun untuk benar-benar memutus rantai penularan dan mencegah wabah, cakupan idealnya di atas 95%. Ketika cakupan turun, kelompok yang tidak divaksin menjadi populasi rentan yang bisa memicu wabah kembali, seperti yang terjadi di Aceh.

⚠️ Penting: Jika anak Anda belum mendapatkan imunisasi polio lengkap atau jadwalnya terlambat, segera bawa ke Puskesmas atau klinik terdekat. Vaksinasi yang terlambat masih jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

Apakah Orang Dewasa Perlu Vaksin Polio?

Orang dewasa yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap saat kecil umumnya tidak perlu booster. Namun ada beberapa kondisi yang memerlukan vaksinasi ulang:

  • Akan bepergian ke negara yang masih endemis polio (Pakistan, Afghanistan)
  • Bekerja di laboratorium yang menangani virus polio
  • Belum pernah divaksin sama sekali

FAQ: Vaksin Polio Anak Indonesia

Apakah vaksin OPV bisa menyebabkan polio? Dalam kasus sangat langka (1 per 2,7 juta dosis), OPV dapat menyebabkan vaccine-derived polio. Ini jauh lebih rendah risikonya dibanding tertular polio liar.

Apakah PIN Polio sama dengan imunisasi rutin? Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio adalah kampanye tambahan untuk meningkatkan kekebalan komunitas secara cepat, berbeda dari jadwal rutin.

Berapa biaya vaksin IPV? IPV dalam program nasional diberikan gratis. Vaksin polio kombinasi di klinik swasta bervariasi harganya.

inHARMONY Group