Diare masih menjadi salah satu penyebab utama bayi dan balita dirawat di rumah sakit, dan rotavirus adalah penyebab paling umum dari diare berat pada anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Untungnya, ini adalah salah satu penyakit yang bisa dicegah secara efektif dengan vaksin.
Jawaban singkat: Vaksin rotavirus penting karena rotavirus adalah penyebab utama diare berat dan dehidrasi pada bayi dan anak di bawah 5 tahun, yang tanpa penanganan tepat bisa berakibat fatal. Menurut WHO, vaksinasi rotavirus terbukti efektif menurunkan rawat inap akibat rotavirus hingga lebih dari separuh kasus. Di Indonesia, vaksin ini sudah masuk program imunisasi nasional gratis sejak 2024, diberikan secara oral (tetes mulut) pada usia 2, 3, dan 4 bulan.
Seberapa Besar Beban Penyakit Rotavirus?
Menurut WHO, sebelum vaksin tersedia secara luas, rotavirus diperkirakan menyebabkan lebih dari 500.000 kematian anak di bawah 5 tahun dan lebih dari 2 juta rawat inap di seluruh dunia setiap tahunnya (data tahun 2000). Berkat perluasan cakupan vaksinasi, angka kematian akibat rotavirus telah menurun signifikan — diperkirakan turun 59–77% dibandingkan tahun 2000, meski rotavirus tetap menyebabkan puluhan hingga ratusan ribu kematian anak setiap tahun terutama di negara berkembang.
Mengapa WHO Merekomendasikan Vaksin Rotavirus?
WHO merekomendasikan vaksin rotavirus dimasukkan ke dalam program imunisasi bayi rutin di seluruh negara. Data menunjukkan vaksinasi rotavirus memberikan penurunan median 59% pada rawat inap akibat rotavirus, 36% pada rawat inap akibat gastroenteritis akut secara umum, dan turut menurunkan angka kematian akibat gastroenteritis akut. Secara global, pengenalan vaksin rotavirus diperkirakan menurunkan prevalensi rotavirus hingga sekitar 40%.
WHO juga menegaskan bahwa vaksin rotavirus sebaiknya menjadi bagian dari strategi pengendalian diare yang lebih menyeluruh — termasuk promosi ASI eksklusif, cuci tangan, perbaikan akses air bersih dan sanitasi, serta ketersediaan oralit dan suplemen zinc untuk penanganan diare.
Jadwal Vaksin Rotavirus di Indonesia
Menurut Kementerian Kesehatan RI, vaksin rotavirus oral diberikan melalui tetes mulut (bukan suntikan), dengan ketentuan bayi/anak dalam kondisi sehat (tidak sedang batuk/pilek) saat pemberian. Dosis pertama diberikan pada usia 6–12 minggu, dan dosis berikutnya diberikan dengan jarak minimal 4 minggu dari dosis sebelumnya, serta paling lambat sebelum anak berusia 24 minggu — karena vaksin ini memiliki batas usia pemberian yang ketat.
Program imunisasi rotavirus di Indonesia dimulai bertahap sejak 2022 di 21 kabupaten/kota yang mewakili setiap pulau, dan telah diperluas secara nasional sejak 2024. Vaksin ini tersedia gratis di Posyandu, Puskesmas, dan fasilitas kesehatan pemerintah, serta diberikan bersamaan dengan jadwal imunisasi rutin lainnya sesuai rekomendasi IDAI dan Kemenkes RI.
Kemenkes RI juga mencatat bahwa meski infeksi rotavirus masih mungkin terjadi setelah vaksinasi, hal ini jarang terjadi dan gejalanya umumnya jauh lebih ringan dibandingkan anak yang belum divaksin.
Kenapa Tidak Boleh Menunda Jadwal Vaksin Rotavirus?
Berbeda dari sejumlah vaksin lain yang jadwalnya lebih fleksibel, vaksin rotavirus memiliki batas usia maksimal pemberian yang ketat karena pertimbangan keamanan. Menunda jadwal berisiko membuat bayi melewati usia batas pemberian dan kehilangan kesempatan mendapatkan perlindungan pada periode paling rentan terhadap diare berat.
FAQ Seputar Vaksin Rotavirus
Apakah vaksin rotavirus wajib untuk bayi di Indonesia?
Vaksin rotavirus telah masuk program imunisasi nasional Indonesia sejak 2024 dan direkomendasikan oleh Kemenkes RI dan IDAI sebagai bagian dari imunisasi rutin bayi, tersedia gratis di fasilitas kesehatan pemerintah.
Kapan jadwal pemberian vaksin rotavirus?
Dosis pertama pada usia 6–12 minggu, dengan dosis berikutnya berjarak minimal 4 minggu, dan seluruh rangkaian harus selesai sebelum bayi berusia 24 minggu.
Apakah vaksin rotavirus berupa suntikan?
Tidak. Vaksin rotavirus diberikan melalui tetes mulut (oral), bukan suntikan.
Apakah anak masih bisa terkena rotavirus setelah divaksin?
Menurut Kemenkes RI, hal ini mungkin terjadi namun jarang, dan gejalanya umumnya jauh lebih ringan dibandingkan anak yang belum mendapat vaksinasi.
Apa saja gejala diare akibat rotavirus yang perlu diwaspadai?
Diare berat dan mendadak, muntah, demam, serta tanda dehidrasi seperti mulut kering, rewel, atau buang air kecil berkurang — bila muncul tanda ini, segera bawa anak ke fasilitas kesehatan.
Sumber
- WHO – Summary of the WHO Position Paper on Rotavirus Vaccines
- PMC/NIH – Global impact of rotavirus vaccination on diarrhea hospitalizations and deaths among children <5 years old
- Kementerian Kesehatan RI – Petunjuk Teknis Pemberian Imunisasi Rotavirus (RV)
- Kementerian Kesehatan RI – Apa itu Vaksin Rotavirus?
Pastikan buah hati Anda mendapatkan vaksin rotavirus tepat waktu. Pelajari lebih lanjut layanan Vaksin Bayi dan Anak di inHarmony Clinic, atau hubungi kami di info@inharmonyclinic.com untuk konsultasi jadwal imunisasi. Temukan klinik terdekat melalui daftar lokasi inHarmony Clinic.
