Vaksin Influenza: Kenapa Perlu Diulang Setiap Tahun?

Musim pancaroba dan cuaca yang tidak menentu sering membuat flu atau influenza mudah menyebar, baik di rumah, sekolah, maupun tempat kerja. Meski sering dianggap penyakit ringan, influenza nyatanya bisa menyebabkan komplikasi serius, terutama pada kelompok berisiko tinggi seperti lansia, ibu hamil, dan orang dengan penyakit kronis. Salah satu cara paling efektif untuk mencegahnya adalah vaksinasi influenza tahunan.

Foto: Whispyhistory / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Jawaban singkat: Vaksin ini perlu diulang setiap tahun karena virusnya terus bermutasi dan kekebalan tubuh dari vaksin menurun dalam 6-12 bulan. Menurut WHO, vaksinasi tahunan adalah cara paling efektif mencegah influenza berat, terutama bagi lansia, ibu hamil, anak usia 6 bulan-5 tahun, tenaga kesehatan, dan orang dengan penyakit kronis. Di Indonesia, PAPDI merekomendasikan vaksin ini satu dosis per tahun untuk seluruh orang dewasa.

Kenapa Vaksin Influenza Harus Diulang Setiap Tahun?

Berbeda dari beberapa vaksin lain yang cukup diberikan sekali atau beberapa kali seumur hidup, vaksin ini perlu diberikan ulang setiap tahun. Menurut WHO, ada dua alasan utama. Pertama, virus influenza terus bermutasi dari waktu ke waktu, sehingga jenis virus yang beredar setiap tahun bisa berbeda. Karena itu, komposisi vaksin ini ditinjau dan diperbarui oleh WHO dua kali setahun untuk mencocokkan galur virus yang paling mungkin beredar. Kedua, kekebalan tubuh yang terbentuk setelah vaksinasi cenderung menurun dalam waktu 6 sampai 12 bulan, sehingga perlindungan dari vaksin tahun lalu belum tentu masih optimal di musim berikutnya.

Menurut WHO, vaksin suntik yang tidak aktif (inactivated) telah digunakan secara aman selama lebih dari 60 tahun dan tersedia dalam bentuk trivalen (3 galur virus) maupun kuadrivalen (4 galur virus). Selain itu, ada juga vaksin hidup yang dilemahkan (live attenuated) dalam bentuk semprot hidung yang digunakan di beberapa negara.

Siapa yang Paling Dianjurkan Mendapatkan vaksinnya?

WHO merekomendasikan vaksinasi tahunan ini terutama untuk kelompok berikut:

  • Ibu hamil, pada usia kehamilan berapa pun
  • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun
  • Lansia usia 65 tahun ke atas
  • Orang dengan penyakit kronis seperti jantung, paru-paru, ginjal, diabetes, atau gangguan kekebalan tubuh
  • Tenaga kesehatan dan pekerja yang sering kontak dengan banyak orang

Menurut CDC, secara umum semua orang berusia di atas 6 bulan dianjurkan mendapat vaksin ini setiap tahun, dengan pengecualian yang sangat terbatas. Vaksinasi menjadi lebih penting lagi bagi kelompok berisiko tinggi terhadap komplikasi flu, termasuk lansia dan orang dengan kondisi medis tertentu seperti asma, penyakit jantung koroner, atau obesitas.

Di Indonesia, Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI juga merekomendasikan vaksin ini satu dosis per tahun untuk semua orang dewasa, dengan prioritas bagi orang dengan penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, autoimun, dan gangguan ginjal. Bagi perusahaan yang ingin melindungi produktivitas karyawan selama musim flu, program vaksinasi corporate bisa menjadi solusi praktis untuk memvaksinasi banyak karyawan sekaligus di satu lokasi.

Kapan Waktu Terbaik Vaksinasi Influenza di Indonesia?

Di negara empat musim, vaksinasi influenza biasanya dianjurkan sebelum musim dingin tiba. Namun, WHO menjelaskan bahwa di wilayah tropis seperti Indonesia, influenza dapat terjadi sepanjang tahun dengan pola yang tidak teratur, sehingga vaksinasi tidak perlu menunggu musim tertentu. Vaksin influenza dapat diberikan kapan saja sepanjang tahun, dan yang terpenting adalah mengulanginya setiap 12 bulan agar perlindungan tetap terjaga.

Bagi yang akan bepergian ke negara dengan musim dingin atau ke tempat ramai seperti saat menjalankan ibadah umrah dan haji, vaksinasi influenza sebaiknya dilakukan sekitar 2 minggu sebelum keberangkatan agar kekebalan sudah cukup terbentuk. Sebelum berangkat, ada baiknya juga menjalani medical check-up untuk memastikan kondisi kesehatan secara umum dalam keadaan baik.

Efektivitas dan Keamanan Vaksin Influenza

Menurut WHO, vaksin influenza mungkin sedikit kurang efektif pada kelompok lansia, namun tetap bermanfaat karena dapat mengurangi keparahan penyakit serta menurunkan risiko komplikasi dan kematian jika tetap tertular. Efek samping vaksin influenza umumnya ringan, seperti nyeri di area suntikan, demam ringan, atau pegal-pegal, dan biasanya mereda dalam beberapa hari.

Kondisi yang membuat seseorang perlu berhati-hati atau menghindari vaksin influenza antara lain riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin serta riwayat sindrom Guillain-Barre setelah vaksinasi influenza sebelumnya. Menjaga tubuh tetap fit dengan asupan gizi seimbang juga turut mendukung respons imun setelah vaksinasi; dukungan seperti nutrition support dapat membantu memastikan kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.

FAQ Seputar Vaksin Influenza

Apakah vaksin influenza bisa menyebabkan flu?

Tidak. Vaksin influenza suntik menggunakan virus yang sudah dimatikan (inactivated) atau hanya bagian protein virus, sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi influenza. Gejala ringan seperti pegal atau demam ringan setelah vaksinasi adalah reaksi normal tubuh saat membentuk kekebalan, bukan tanda infeksi flu.

Apakah ibu hamil aman mendapat vaksin influenza?

Aman. WHO justru merekomendasikan vaksinasi influenza untuk ibu hamil pada usia kehamilan berapa pun karena kehamilan meningkatkan risiko komplikasi flu bagi ibu maupun janin.

Berapa lama perlindungan vaksin influenza bertahan?

Kekebalan dari vaksin influenza umumnya bertahan sekitar 6 hingga 12 bulan, kemudian menurun. Karena itu vaksinasi perlu diulang setiap tahun agar perlindungan tetap optimal, terlebih karena galur virus yang beredar juga berubah dari tahun ke tahun.

Apakah vaksin influenza dan vaksin COVID-19 bisa diberikan bersamaan?

Secara umum, vaksin influenza dapat diberikan bersamaan dengan vaksin lain, termasuk vaksin COVID-19, pada kunjungan yang sama namun di lokasi suntikan yang berbeda. Keputusan akhir sebaiknya tetap didiskusikan dengan tenaga kesehatan sesuai kondisi masing-masing.

Siapa yang sebaiknya tidak menerima vaksin influenza?

Orang dengan riwayat alergi berat terhadap komponen vaksin influenza sebelumnya, atau memiliki riwayat sindrom Guillain-Barre setelah vaksinasi influenza, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menerima vaksin ini.

Sumber

Vaksinasi influenza tahunan adalah langkah sederhana namun berdampak besar untuk melindungi diri, keluarga, dan rekan kerja dari flu berat. Jika Anda ingin berkonsultasi lebih lanjut mengenai jenis vaksin influenza yang sesuai atau menjadwalkan vaksinasi, tim inHarmony Clinic siap membantu. Hubungi kami melalui email info@inharmonyclinic.com atau lihat daftar lokasi klinik inHarmony terdekat di kota Anda.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top