Banyak orang mengira vaksin HPV (Human Papillomavirus) hanya untuk anak sekolah atau remaja putri. Padahal, pertanyaan “apakah saya masih perlu vaksin HPV setelah dewasa?” makin sering muncul, terutama dari mereka yang baru menyadari manfaatnya menjelang pernikahan atau saat menjalani medical check-up rutin.
Foto: melvil / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat: Menurut CDC, vaksin HPV tetap dianjurkan sebagai vaksinasi susulan bagi siapa pun yang belum divaksin lengkap hingga usia 26 tahun. Untuk usia 27–45 tahun, vaksinasi tidak direkomendasikan secara rutin untuk semua orang, tetapi bisa dipertimbangkan melalui diskusi dengan dokter berdasarkan risiko individu. WHO menegaskan target utama vaksin HPV adalah anak perempuan usia 9–14 tahun sebelum aktif secara seksual, namun manfaat pencegahan tetap ada bagi kelompok usia lain yang belum pernah terpapar tipe HPV tertentu.
Apa Itu Vaksin HPV dan Kenapa Penting?
HPV (Human Papillomavirus) adalah virus yang sangat umum ditularkan melalui kontak seksual dan dapat menyebabkan kutil kelamin hingga beberapa jenis kanker, termasuk kanker serviks, kanker anus, kanker tenggorokan, dan kanker penis. Menurut WHO, hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV yang menetap dalam tubuh. Vaksinasi HPV bekerja dengan membentuk kekebalan terhadap tipe-tipe HPV berisiko tinggi sebelum tubuh terpapar virus tersebut, sehingga paling efektif diberikan sedini mungkin.
Siapa yang Dianjurkan Mendapat Vaksin HPV?
Rekomendasi usia vaksin HPV sebenarnya bertingkat, tergantung kapan seseorang mulai divaksinasi.
Anak dan Remaja Usia 9–14 Tahun
WHO menetapkan kelompok ini sebagai target utama karena vaksinasi paling efektif diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual dan berisiko terpapar HPV. Di Indonesia, kelompok usia ini menjadi sasaran program imunisasi gratis dari Kementerian Kesehatan.
Remaja dan Dewasa Muda Usia 15–26 Tahun
CDC merekomendasikan vaksinasi susulan (catch-up) untuk semua orang dalam rentang usia ini yang belum pernah divaksin atau belum menyelesaikan seluruh dosis. Kelompok ini sering menjadi perhatian dalam vaksinasi pranikah, karena banyak calon pengantin baru menyadari pentingnya vaksin HPV menjelang pernikahan.
Usia 27–45 Tahun: Perlu Diskusi dengan Dokter
Untuk kelompok usia ini, CDC menyebutkan bahwa vaksinasi HPV tidak direkomendasikan secara rutin untuk semua orang, melainkan berdasarkan pengambilan keputusan bersama (shared clinical decision-making) antara pasien dan dokter, dengan mempertimbangkan riwayat paparan, gaya hidup, dan potensi manfaat. Konsultasi lewat medical check-up dapat membantu menilai apakah vaksinasi masih relevan untuk kondisi masing-masing individu.
Berapa Kali Suntikan Vaksin HPV Diperlukan?
Jumlah dosis vaksin HPV bergantung pada usia saat mulai divaksinasi. Berdasarkan pembaruan rekomendasi WHO tahun 2022, satu dosis tunggal kini dapat menjadi pilihan alternatif untuk usia 9–20 tahun, sementara usia 21 tahun ke atas dianjurkan mendapat dua dosis. Orang dengan kondisi imunokompromais dianjurkan mendapat setidaknya dua, idealnya tiga dosis. Sementara itu, CDC mensyaratkan tiga dosis bagi siapa pun yang memulai seri vaksinasi pada usia 15 tahun ke atas. Karena rekomendasi dapat berbeda tergantung jenis vaksin dan panduan fasilitas kesehatan setempat, sebaiknya jumlah dosis dan jadwalnya dikonfirmasi langsung dengan tenaga medis.
Seberapa Efektif Vaksin HPV dalam Mencegah Kanker?
WHO menyatakan bahwa vaksin HPV dosis tunggal terbukti memberikan perlindungan yang sebanding dengan jadwal dua dosis terhadap infeksi HPV persisten, sekaligus membantu memperluas cakupan vaksinasi di negara-negara dengan keterbatasan akses. Studi jangka panjang juga menunjukkan perlindungan yang bertahan lebih dari sepuluh tahun setelah vaksinasi lengkap. Karena efektivitas ini erat kaitannya dengan usia saat vaksinasi dimulai, semakin dini seseorang divaksinasi sebelum terpapar HPV, semakin optimal manfaat perlindungannya.
Program Vaksin HPV Gratis di Indonesia
Kementerian Kesehatan RI telah memperluas program imunisasi HPV gratis melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), menyasar siswi kelas 5 SD/MI untuk dosis pertama dan kelas 6 untuk dosis lanjutan. Program ini menjadi bagian dari upaya nasional menekan angka kanker leher rahim, yang menurut Kemenkes membutuhkan cakupan imunisasi minimal 90 persen agar efektif menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kanker serviks. Bagi yang sudah melewati usia program sekolah, misalnya orang dewasa atau karyawan, vaksinasi tetap bisa diakses secara mandiri di fasilitas kesehatan, termasuk melalui program vaksinasi corporate yang memudahkan karyawan mendapat akses vaksin tanpa perlu mengurus izin ke banyak tempat.
Apakah Pria Juga Perlu Vaksin HPV?
Ya. CDC dan WHO sama-sama menyatakan bahwa vaksinasi HPV juga bermanfaat bagi laki-laki, karena HPV dapat menyebabkan kutil kelamin serta kanker anus, penis, dan tenggorokan pada pria. Vaksinasi pada laki-laki turut membantu memutus rantai penularan HPV ke pasangan, sehingga banyak pasangan calon pengantin kini memilih vaksinasi berdua sebagai bagian dari persiapan pernikahan yang lebih menyeluruh.
FAQ Seputar Vaksin HPV
Apakah vaksin HPV aman untuk orang dewasa?
Ya. Vaksin HPV telah digunakan secara luas dan keamanannya dipantau oleh badan kesehatan seperti WHO dan CDC selama bertahun-tahun. Efek samping yang umum biasanya ringan, seperti nyeri di area suntikan atau demam ringan.
Apakah orang yang sudah aktif secara seksual masih boleh vaksin HPV?
Boleh. Meski manfaatnya paling optimal sebelum terpapar HPV, vaksinasi tetap dapat memberi perlindungan terhadap tipe HPV yang belum pernah terinfeksi sebelumnya. Itulah sebabnya CDC dan WHO tetap membuka opsi vaksinasi bagi dewasa melalui skema shared decision-making.
Apakah vaksin HPV bisa mencegah semua jenis kanker serviks?
Tidak sepenuhnya, tetapi vaksin HPV melindungi dari tipe-tipe HPV berisiko tinggi yang paling sering menyebabkan kanker serviks. Karena itu, WHO tetap merekomendasikan skrining rutin seperti pap smear atau tes HPV sebagai pelengkap, bukan pengganti vaksinasi.
Bagaimana jika saya sudah melewati usia program BIAS di sekolah?
Anda tetap bisa mendapatkan vaksin HPV secara mandiri di klinik atau rumah sakit. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan jumlah dosis dan jadwal yang sesuai dengan usia serta riwayat kesehatan Anda.
Sumber
- WHO – WHO updates recommendations on HPV vaccination schedule (2022)
- CDC – HPV Vaccination | CDC
- CDC – Human Papillomavirus (HPV) Vaccination: Information for Health Care Providers
- Kementerian Kesehatan RI – Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim
- Kementerian Kesehatan RI – Cegah Kanker Leher Rahim, Kemenkes Canangkan Perluasan Imunisasi HPV Secara Nasional
Masih ragu apakah Anda atau pasangan perlu vaksin HPV? Tim medis inHarmony Clinic siap membantu menentukan jenis dan jadwal vaksinasi yang tepat sesuai usia dan kondisi kesehatan Anda. Kunjungi jaringan klinik inHarmony terdekat atau hubungi kami melalui info@inharmonyclinic.com untuk informasi lebih lanjut.
