
Amerika Serikat, Inggris, atau Australia? Setelah memilih negara tujuan, banyak calon mahasiswa mengira urusan kesehatannya sama saja di mana pun. Kenyataannya, health requirement kampus di ketiga negara ini punya aturan yang sangat berbeda.
Di AS, syarat vaksin paling banyak datang dari kampus. Di Inggris, kampus jarang mewajibkan vaksin, tetapi ada tes TB untuk visa. Sementara di Australia, pemeriksaan kesehatan justru menjadi bagian dari proses visa pelajar.
Artikel ini merangkum perbedaannya, supaya kamu tahu apa yang perlu kamu siapkan, kapan, dan di mana.
Ringkasan: Health Requirement Kampus AS, UK, dan Australia
| Amerika Serikat | Inggris (UK) | Australia | |
|---|---|---|---|
| Siapa yang menetapkan? | Kampus dan hukum negara bagian | Pemerintah (visa); kampus hanya menganjurkan | Pemerintah (visa) dan kampus untuk program tertentu |
| Vaksin wajib dari kampus? | Umumnya ya (MMR, Tdap, Varicella, MenACWY, dll.) | Umumnya tidak, hanya dianjurkan | Umumnya tidak, kecuali program kesehatan |
| Skrining TB | Kuesioner/tes dari kampus | Tes TB wajib untuk visa (tinggal 6 bulan atau lebih) | Rontgen dada untuk visa (tinggal 6 bulan atau lebih) |
| Asuransi kesehatan | Biasanya wajib dari kampus | Immigration Health Surcharge (IHS) saat apply visa | OSHC wajib selama masa studi |
| Program kedokteran/keperawatan | Syarat tambahan dari kampus dan tempat praktik klinis | Occupational health clearance dari kampus | Tes tambahan untuk visa dan syarat vaksin tempat praktik klinis |
Catatan: ini gambaran umum. Syarat pasti bisa berbeda per kampus, program studi, dan jenis visa, jadi selalu cek dokumen resmi dari kampus dan pemerintah negara tujuan.
Health Requirement Kampus di Amerika Serikat
Di AS, syarat vaksin umumnya tidak datang dari proses visa, melainkan dari kampus dan aturan negara bagian tempat kampus berada. Karena itu, daftar syaratnya bisa berbeda cukup jauh antara satu kampus dan kampus lain.
Beberapa vaksin yang paling sering kampus minta:
- MMR (campak, gondok, rubela), biasanya 2 dosis
- Varicella (cacar air), 2 dosis atau bukti imunitas
- Tdap (tetanus, difteri, pertusis)
- Meningococcal (MenACWY), terutama untuk mahasiswa muda atau yang tinggal di asrama. Baca juga: vaksin meningitis untuk kuliah ke luar negeri
- Hepatitis B di sebagian kampus dan program
Sebagai contoh, UCLA mewajibkan MMR, Varicella, Tdap, dan MenACWY untuk mahasiswa di bawah 22 tahun, ditambah kuesioner skrining TB. Kampus seperti UC Merced dan UW–Madison bahkan bisa memberikan registration hold jika mahasiswa belum memenuhi atau melaporkan persyaratan imunisasi.
Untuk mahasiswa dari Indonesia, skrining TB juga perlu diperhatikan. Banyak kampus AS mengacu pada panduan American College Health Association (ACHA), yang merekomendasikan skrining bagi mahasiswa dari negara dengan angka TB tinggi, termasuk Indonesia. Artinya, kampus mungkin meminta kamu melakukan tes TB (misalnya IGRA) sebelum atau setelah tiba di kampus.
Kampus tujuanmu di AS? Lihat juga info vaksinasi kuliah di AS.
Health Requirement Kampus di Inggris (UK)
Kebanyakan universitas di Inggris tidak mewajibkan vaksin sebagai syarat masuk. Namun, UCAS dan NHS menganjurkan mahasiswa baru memastikan vaksinasinya lengkap sebelum berangkat, terutama:
- MenACWY, untuk mahasiswa baru di bawah 25 tahun, idealnya minimal 2 minggu sebelum mulai kuliah
- MMR, 2 dosis bagi yang belum terlindungi penuh
Justru syarat kesehatan yang wajib di UK datang dari proses visa:
- Tes TB untuk visa. Pemohon yang tinggal di Indonesia dan akan berada di UK selama 6 bulan atau lebih wajib menjalani tes TB di klinik yang ditunjuk pemerintah UK. Kamu perlu melampirkan sertifikatnya saat mengajukan visa.
- Immigration Health Surcharge (IHS). Kamu membayar biaya ini bersamaan dengan pengajuan visa pelajar dan memberi akses ke layanan NHS selama masa studi.
Untuk mahasiswa kedokteran, keperawatan, kedokteran gigi, dan program kesehatan lain, kampus umumnya meminta occupational health clearance sebelum praktik klinis. Biasanya ini mencakup bukti vaksin Hepatitis B, bukti imunitas MMR dan Varicella, serta skrining TB.
Health Requirement Kampus di Australia
Di Australia, pemeriksaan kesehatan adalah bagian dari proses visa pelajar. Menurut Department of Home Affairs, Indonesia termasuk negara dengan risiko TB lebih tinggi. Jadi, jika kamu akan tinggal di Australia selama 6 bulan atau lebih, kamu umumnya perlu menjalani:
- Pemeriksaan medis (medical examination)
- Rontgen dada (untuk usia 11 tahun ke atas)
- Tes serum creatinine/eGFR (untuk usia 15 tahun ke atas)
Kamu menjalani pemeriksaan ini di panel clinic resmi pemerintah Australia. Mahasiswa yang akan belajar menjadi dokter, dokter gigi, perawat, atau paramedis memerlukan tes tambahan, termasuk tes HIV serta Hepatitis B dan C.
Selain itu, setiap mahasiswa internasional wajib memiliki Overseas Student Health Cover (OSHC) selama masa studi di Australia.
Kampus di Australia umumnya tidak mewajibkan vaksin untuk program non-klinis. Namun, untuk praktik klinis, syaratnya ketat. Di negara bagian New South Wales, misalnya, NSW Health mewajibkan mahasiswa yang praktik di fasilitasnya memiliki bukti perlindungan terhadap MMR, Hepatitis B, Varicella, difteri-tetanus-pertusis, dan influenza, serta menjalani asesmen TB.
Apa yang Sama di Ketiga Negara?
Walaupun aturannya berbeda, ada beberapa hal yang berlaku hampir di semua negara tujuan:
- Bukti vaksin harus jelas dan idealnya berbahasa Inggris. Catatan yang tidak lengkap atau sulit dibaca bisa membuat kamu harus mengulang vaksin atau tes titer.
- Program kesehatan selalu lebih ketat. Kedokteran, keperawatan, farmasi, dan program dengan praktik klinis hampir selalu punya syarat tambahan.
- Beberapa vaksin butuh waktu. Vaksin seperti Hepatitis B dan Varicella memerlukan lebih dari satu dosis dengan jarak tertentu.
- Deadline kampus dan visa bisa berbeda. Jadi, cek keduanya sejak awal.
Untuk pembahasan lengkap soal masalah yang paling sering muncul, baca juga syarat vaksin kuliah luar negeri: 5 masalah yang sering baru disadari.
Siapkan Health Requirement Kampus Bersama Vax2Go
Hanya klinik resmi pilihan pemerintah masing-masing yang bisa melakukan tes TB untuk visa UK dan pemeriksaan kesehatan visa Australia. Namun, untuk urusan vaksin dan dokumen kesehatan dari kampus, Vax2Go by inHARMONY bisa membantu:
- Mereview form kesehatan dari kampus tujuanmu
- Mengecek riwayat vaksinasi dan kebutuhan tes titer
- Menyusun jadwal vaksin agar selesai sebelum deadline
- Menyiapkan dokumen kesehatan yang diminta kampus
👉 Lihat layanan Vax2Go untuk vaksin kuliah luar negeri
FAQ Seputar Health Requirement Kampus Luar Negeri
Apakah kampus di Inggris mewajibkan vaksin?
Umumnya tidak. NHS sangat menganjurkan vaksin seperti MenACWY dan MMR, tetapi keduanya bukan syarat masuk, kecuali untuk program kesehatan yang memerlukan occupational health clearance.
Apakah mahasiswa Indonesia perlu tes TB?
Untuk visa UK, ya, jika akan tinggal 6 bulan atau lebih. Untuk visa pelajar Australia, kamu umumnya perlu rontgen dada jika tinggal 6 bulan atau lebih. Di AS, kampus biasanya meminta skrining TB.
Negara mana yang syarat vaksin kampusnya paling ketat?
Untuk program non-klinis, kampus di AS biasanya paling banyak meminta bukti vaksin. Namun, untuk program kesehatan, ketiga negara sama-sama punya syarat yang ketat.
Kapan sebaiknya mulai menyiapkan health requirement kampus?
Sedini mungkin, idealnya segera setelah mendapatkan LOA. Dengan begitu, kamu punya cukup waktu untuk vaksin yang memerlukan beberapa dosis sekaligus mengurus pemeriksaan kesehatan untuk visa.
Bingung dengan Health Requirement Kampusmu?
Kirimkan form kesehatan dari kampus tujuanmu, dan tim Vax2Go akan membantu memetakan apa saja yang perlu disiapkan.
👉 Konsultasi Vax2Go via WhatsApp
Catatan: Informasi ini bersifat umum dan dapat berubah sewaktu-waktu. Persyaratan kesehatan berbeda berdasarkan kampus, program studi, usia, jenis visa, dan lama tinggal. Selalu cek ketentuan resmi dari kampus serta pemerintah negara tujuan, dan konsultasikan kebutuhan vaksinasi dengan tenaga kesehatan.
