Jumat, 14 Oktober 2022 By dr. Kristo

Beberapa waktu lalu, WHO memprediksi bahwa pandemi akan berakhir di akhir tahun 2022 ini. Benarkah demikian? Apa yang menyebabkan WHO sangat optimis mengenai klaim ini? 

Upaya yang dilakukan oleh dunia dalam menghadapi pandemi Covid-19 sejauh ini sudah tepat. Semua negara bekerja keras dalam mengendalikan situasi pandemi, termasuk Indonesia. Pesan-pesan layanan masyarakat mengenai 5 M sering kita temui dimana-mana. Seluruh negara pun menggalakan booster covid bagi masyarakatnya. Meskipun kerap kali ditemukan terdapat orang-orang yang menolak vaksinasi, mayoritas warga di seluruh dunia telah menyadari pentingnya vaksin dan boosternya, sehingga cakupan vaksinasi covid dunia sudah terbilang cukup tinggi dan kian meningkat. Trend inilah yang menyebabkan WHO optimis bahwa akhir tahun ini, pandemi akan selesai.

Meskipun disebut pandemi selesai, kecil kemungkinan bahwa covid 19 akan benar-benar punah, mengingat mudahnya virus ini dalam bermutasi. Beberapa ahli berpendapat bahwa pola yang sama pada pandemi influenza akan terulang kembali pada pandemi covid19 ini; seperti yang kita ketahui, virus influenza tetap ada hingga kini namun kita semua telah memiliki kekebalan yang cukup tinggi, sehingga influenza saat ini tidak seberat influenza yang dialami pada pandemi influenza dulu. Saat ini vaksin influenza pun dapat kita akses dengan mudah dan direkomendasikan untuk kita dapatkan rutin setiap setahun sekali.

Pandemi Berakhir : Indonesia Masih Harus Berjuang

Meski program booster sudah berjalan, nampaknya kita masih harus terus menggalakan pesan-pesan supaya masyarakat memiliki kesadaran untuk segera melakukan booster. Pasalnya, capaian vaksinasi booster covid-19 ternyata masih rendah di masyarakat. Menurut data, cakupan booster masyarakat Indonesia masih cukup rendah dan stagnan, bertahan di angka 26%. Sedangkan syarat yang harus dipenuhi agar status pandemi covid-19 di Indonesia berubah menjadi endemi adalah dengan mengakselerasi cakupan vaksin booster di atas 50 persen sesuai standar WHO.  Seperti yang kita ketahui, semakin banyak sebuah virus menular, semakin tinggi kemungkinan mutasi terjadi. Karenanya, pandemi berakhir akan semakin sulit diraih jika kita tidak bersama-sama meningkatkan cakupan booster ini

Saat nanti cakupan booster telah mencapai target, sebaiknya kita tetap mempertahankan kebiasaan baik yang telah kita bangun selama pandemi ini berlangsung, yaitu menjaga higienitas dalam bentuk protokol kesehatan.

dr. Kristo

Lulus sebagai dokter spesialis penyakit dalam, muncul hasrat dalam diri dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPD, MBA dalam mendalami bidang vaksinasi. Semangat ini mendorongnya dalam membangun klinik vaksinasi pertama di Indonesia, inHarmony Clinic pada tahun 2011. Bersama inHarmony Clinic, kini ia mengimplementasi 3 layanan tambahan: Medical Check Up, Genetic Testing, dan Nutrition Support. Memimpin transformasi inHARMONY menjadi klinik preventif pertama di Indonesia dengan semangat dan integritas yang tinggi