Senin, 22 Juli 2024 By Raden Dibi

Saat mendengar Tes DNA, tes genetik, atau genetic testing, kebanyakan orang berfikir bahwa ini hanyalah tes untuk mengetahui keturunan (paternity genetic testing); apakah DNA seorang anak cocok dengan ayahnya atau tidak. Namun tes DNA lebih dari itu, melalui tes tersebut, kita dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang diri kita sendiri. Sebagai contoh, kita dapat mendeteksi etnisitas kita; siapa tahu kita ternyata memiliki darah keturunan dari etnis tertentu yang kita tidak bayangkan sebelumnya, bisa jadi Anda memiliki darah Afrika Utara, Eropa Timur atau Skandinavia dalam diri Anda, exciting bukan?
Selain itu, kita juga dapat mendeteksi potensi penyakit dan bahkan cara diet yang paling cocok sesuai dengan informasi yang didapat dari kode genetik kita.

Mendeteksi Risiko / Potensi Penyakit Melalui Tes DNA

Pentingnya Mendeteksi Risiko Penyakit Secara Dini

Masih ada orang-orang yang merasa takut untuk melakukan medical check-up. Alasannya adalah mereka memiliki ketakutan tersendiri untuk mengetahui bahwa mereka memiliki kondisi kesehatan khusus atau penyakit tertentu. Namun ketakutan seperti ini tidak perlu Anda hadapi dengan genetic testing. Sedikit berbeda dengan medical check-up yang mendeteksi kondisi kesehatan kita saat ini, genetic testing mampu melihat potensi penyakit kita jauh sebelum penyakit itu terjadi. Dengan mengetahui potensi penyakit yang dibawa oleh gen kita, kita dapat secara efektif melakukan langkah-langkah pencegahan yang dibutuhkan. Misalnya dalam gen kita terdapat potensi asam urat / gout yang tinggi, maka sebelum muncul kondisi nyeri sendi karena gout flare, kita dapat menghindari faktor-faktor risiko nya serta menjaga diet kita dengan makanan dan minuman yang rendah purine.

Menentukan Diet yang Tepat berdasarkan Hasil Tes DNA

Ngomong-ngomong tentang diet, genetic testing adalah salah satu cara paling canggih untuk menentukan diet yang tepat bagi seseorang. Dengan mengetahui informasi genetika individu, kita dapat memahami bagaimana tubuh bereaksi terhadap berbagai jenis makanan dan nutrisi. Misalnya, beberapa orang mungkin memiliki gen yang membuat mereka lebih efisien dalam mencerna lemak, sementara yang lain mungkin lebih baik dalam mengolah karbohidrat. Dengan informasi ini, kita dapat menyusun rencana diet yang sesuai dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu, sehingga dapat membantu mencapai tujuan kesehatan mereka, seperti menurunkan atau menambah berat badan, atau meningkatkan energi secara keseluruhan.

Selain membantu dalam manajemen berat badan, genetic testing juga dapat mengidentifikasi risiko terhadap penyakit tertentu yang bisa dicegah atau dikelola dengan pola makan yang tepat. Sama seperti pada contoh asam urat / gout di atas, seseorang yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit jantung dapat diuntungkan dengan diet rendah lemak jenuh dan tinggi serat. Sementara itu, mereka yang berisiko terhadap diabetes dapat menerapkan diet rendah gula dan karbohidrat. Dengan mengetahui predisposisi genetik terhadap kondisi-kondisi ini, kita dapat membuat pilihan makanan yang lebih cerdas dan proaktif dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Raden Dibi

Memulai karir sebagai seorang jurnalis, Raden Dibi Irnawan kini menjabat sebagai Digital Marketing Coordinator di inHarmony Clinic. Sarjana humaniora lulusan Universitas Indonesia ini juga telah berpengalaman membuat berbagai ide konten dan artikel kesehatan selama 7 tahun.