Hepatitis A sering dianggap penyakit “anak-anak” atau sekadar akibat jajan sembarangan. Padahal virus ini bisa menyerang siapa saja yang belum memiliki kekebalan, dan gejalanya cenderung lebih berat pada orang dewasa. Kabar baiknya, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin yang aman dan sudah digunakan luas di dunia.
Foto: Whispyhistory / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat: Vaksin hepatitis A umumnya diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 6 bulan, dimulai sejak usia 12 bulan. Vaksin ini dianjurkan bagi anak-anak, pelancong ke daerah dengan risiko hepatitis A, serta orang dewasa dengan penyakit hati kronis atau faktor risiko tertentu. Menurut CDC, lebih dari 90% orang membentuk antibodi pelindung sekitar satu bulan setelah dosis pertama.
Apa Itu Hepatitis A dan Bagaimana Penularannya?
Hepatitis A adalah infeksi hati akibat virus hepatitis A. Menurut WHO, virus ini terutama menyebar lewat jalur fekal-oral, yaitu ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja orang yang terinfeksi. Tangan yang kurang bersih saat menyiapkan makanan juga dapat menularkan virus di dalam keluarga.
Berbeda dengan hepatitis B dan C, WHO menyebutkan hepatitis A tidak menyebabkan penyakit hati kronis. Namun, pada kasus yang jarang, infeksi dapat menyebabkan gagal hati akut yang sering berakibat fatal. WHO memperkirakan sekitar 35.569 orang meninggal akibat hepatitis A di seluruh dunia pada 2023.
Gejala yang Perlu Dikenali
Gejala biasanya muncul 14 sampai 28 hari setelah terpapar, antara lain demam, lemas, nafsu makan menurun, mual, diare, nyeri perut, urine berwarna gelap, dan kulit atau mata menguning (jaundice). Menurut WHO, sebagian besar anak di bawah 6 tahun tidak menunjukkan gejala yang jelas, sedangkan orang dewasa lebih sering bergejala dan risiko keparahannya meningkat seiring usia.
Siapa yang Perlu Vaksin Hepatitis A?
Menurut CDC, vaksinasi hepatitis A dianjurkan secara rutin untuk anak usia 12 sampai 23 bulan, serta untuk anak usia 2 sampai 18 tahun yang belum pernah divaksin. Pada orang dewasa, kelompok yang perlu mempertimbangkan vaksin antara lain:
- Pelancong ke negara dengan tingkat endemisitas hepatitis A tinggi atau menengah, untuk tujuan dan lama perjalanan apa pun.
- Orang dengan penyakit hati kronis, termasuk hepatitis B atau C, serta orang dengan HIV.
- Orang yang pekerjaannya meningkatkan risiko paparan.
- Ibu hamil yang memiliki faktor risiko, sesuai pertimbangan dokter.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga memuat vaksin hepatitis A. Untuk jadwal terbaru yang sesuai kondisi si kecil, Anda dapat membaca panduan imunisasi bayi dan anak kami atau berkonsultasi dengan dokter anak.
Jadwal dan Jumlah Dosis Vaksin Hepatitis A
WHO menyebutkan vaksin hepatitis A inaktif dapat diberikan mulai usia 12 bulan melalui suntikan otot, dengan jadwal standar dua dosis. Jarak antar dosis umumnya 6 sampai 18 bulan. Menurut CDC, untuk vaksin tunggal hepatitis A, dua dosis diberikan dengan jarak minimal 6 bulan.
- Vaksin hepatitis A tunggal: 2 dosis, jarak minimal 6 bulan.
- Vaksin kombinasi hepatitis A dan B (usia 18 tahun ke atas): 3 dosis dalam rentang 6 bulan, menurut CDC.
- Jika dosis kedua terlambat: cukup lanjutkan dosis kedua secepatnya. Menurut CDC, dosis pertama tidak perlu diulang.
CDC juga menyatakan bahwa dosis penguat (booster) tidak dianjurkan setelah rangkaian vaksin utama selesai, dan WHO menyebutkan perlindungan jangka panjang telah terbukti pada vaksin inaktif.
Vaksin Hepatitis A untuk Pelancong dan Jamaah Umrah
CDC menganjurkan pelancong yang belum pernah divaksin atau terinfeksi untuk divaksin sebelum berangkat ke daerah berisiko, dan vaksinasi yang dilakukan mendekati hari keberangkatan tetap bermanfaat. Jika Anda berencana beribadah ke Tanah Suci, jangan lupa menyiapkan seluruh kebutuhan kesehatan perjalanan, mulai dari vaksin umrah hingga kebiasaan menjaga kebersihan makanan dan minuman.
Apakah Vaksin Hepatitis A Aman?
WHO menyatakan vaksin hepatitis A inaktif memiliki profil keamanan yang sangat baik. Menurut CDC, efek samping yang paling umum hanyalah nyeri di area suntikan, dan efek samping serius tidak diharapkan. Vaksin tidak boleh diberikan pada orang yang pernah mengalami reaksi alergi terhadap dosis sebelumnya atau komponen vaksin.
Selain Vaksin, Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?
WHO menekankan bahwa vaksinasi perlu berjalan bersama upaya sanitasi, keamanan pangan, dan kebersihan diri: minum air yang aman, mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan sesudah dari toilet, serta memastikan makanan diolah dengan bersih. Jika Anda tidak yakin status vaksinasi keluarga, pemeriksaan kesehatan berkala seperti medical check-up dapat menjadi titik awal diskusi dengan dokter.
FAQ Seputar Vaksin Hepatitis A
Berapa kali vaksin hepatitis A harus diberikan?
Umumnya dua dosis dengan jarak minimal 6 bulan. Vaksin kombinasi hepatitis A dan B untuk usia 18 tahun ke atas diberikan tiga dosis dalam 6 bulan, menurut CDC.
Kapan anak boleh divaksin hepatitis A?
Vaksin hepatitis A inaktif dapat diberikan mulai usia 12 bulan menurut WHO dan CDC. Jadwal rinci mengikuti rekomendasi IDAI dan dokter anak Anda.
Apakah orang dewasa perlu vaksin hepatitis A?
Tergantung faktor risiko. Menurut CDC, pelancong ke daerah berisiko, orang dengan penyakit hati kronis, dan kelompok dengan risiko pekerjaan tertentu perlu mempertimbangkan vaksin.
Apakah vaksin hepatitis A perlu diulang setiap tahun?
Tidak. CDC tidak merekomendasikan dosis penguat setelah rangkaian dua dosis selesai, dan WHO menyebutkan perlindungannya bersifat jangka panjang.
Apa efek samping vaksin hepatitis A?
Yang paling umum adalah nyeri di tempat suntikan. Menurut CDC, efek samping serius tidak diharapkan.
Ingin tahu lebih lanjut tentang vaksinasi yang sesuai untuk Anda dan keluarga? Silakan konsultasikan kebutuhan Anda melalui info@inharmonyclinic.com atau temukan klinik terdekat di daftar klinik inHarmony.
Sumber
- WHO — Hepatitis A vaccines: WHO position paper, Oktober 2022: who.int
- WHO — Ringkasan SAGE position paper hepatitis A 2022: cdn.who.int
- WHO — Fact sheet Hepatitis A: who.int
- CDC — Hepatitis A Vaccine: cdc.gov
- CDC Yellow Book — Hepatitis A: cdc.gov
- IDAI — Jadwal imunisasi anak: idai.or.id
