
Semakin bertambah usia, sistem kekebalan tubuh secara alami melemah (proses yang disebut immunosenescence), sehingga lansia lebih rentan terhadap infeksi serius seperti pneumonia, influenza berat, dan komplikasi herpes zoster. Vaksinasi bukan hanya untuk bayi dan anak — orang dewasa berusia 60 tahun ke atas juga memerlukan sejumlah vaksin khusus untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah rawat inap.
Foto: Senior Airman Joseph Garcia / U.S. Air Force (domain publik)
Jawaban singkat: Menurut CDC, lansia usia 65 tahun ke atas dianjurkan mendapatkan vaksin influenza dosis tinggi setiap tahun, vaksin pneumokokus, booster Tdap (difteri-pertusis-tetanus) setiap 10 tahun, vaksin zoster (herpes zoster/cacar ular), serta vaksin RSV dan COVID-19 sesuai indikasi. Di Indonesia, PAPDI (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia) turut merekomendasikan vaksin pneumokokus terbaru (PCV15/PCV20) dan vaksin COVID-19 bagi lansia sebagai bagian dari perlindungan kesehatan golden age.
Mengapa Lansia Perlu Vaksinasi Khusus?
Menurut WHO, populasi lansia di dunia terus bertambah — jumlah orang berusia 60 tahun ke atas diproyeksikan meningkat signifikan dalam beberapa dekade mendatang sebagai bagian dari agenda Healthy Ageing dan Immunization Agenda 2030. WHO menegaskan bahwa vaksinasi sepanjang hayat (life-course immunization), termasuk pada usia lanjut, merupakan salah satu strategi utama untuk mendukung penuaan yang sehat dan mengurangi beban penyakit menular pada kelompok rentan.
Lansia dengan kondisi kronis seperti diabetes, penyakit jantung, penyakit paru, atau gangguan ginjal memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat bila terinfeksi penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin.
Jenis Vaksin yang Direkomendasikan untuk Lansia
1. Vaksin Influenza (Flu)
CDC merekomendasikan vaksin influenza dosis tahunan untuk semua lansia usia 65 tahun ke atas, dengan preferensi pada formulasi dosis tinggi (high-dose) atau ajuvan yang dirancang khusus memberikan respons imun lebih kuat pada kelompok usia ini. Influenza pada lansia berisiko lebih tinggi menyebabkan pneumonia dan perburukan penyakit jantung.
2. Vaksin Pneumokokus (PCV/PPSV)
Pneumonia adalah salah satu penyebab utama rawat inap dan kematian pada lansia. CDC menyediakan panduan vaksin pneumokokus (PCV15, PCV20, PCV21, atau PPSV23) untuk usia 65 tahun ke atas, dengan pilihan dan interval yang disesuaikan riwayat vaksinasi sebelumnya. Di Indonesia, PAPDI melalui Satgas Imunisasi Dewasa memperbarui rekomendasi vaksin pneumokokus dengan menambahkan PCV15 dan PCV20 untuk melindungi lansia dan kelompok rentan dari beban penyakit pneumonia.
3. Booster Tdap (Difteri, Tetanus, Pertusis)
CDC menganjurkan booster Td atau Tdap setiap 10 tahun untuk seluruh orang dewasa, termasuk lansia. Kemenkes RI turut mencatat bahwa vaksin Tdap direkomendasikan bagi kelompok berusia 65 tahun ke atas, terutama yang belum pernah mendapat vaksinasi difteri sejak usia 11 tahun atau memiliki risiko paparan tinggi.
4. Vaksin Zoster (Herpes Zoster/Cacar Ular)
CDC merekomendasikan vaksin zoster rekombinan (RZV) dua dosis untuk orang dewasa usia 50 tahun ke atas guna mencegah herpes zoster dan komplikasi nyeri saraf jangka panjang (neuralgia pasca-herpetik) yang lebih sering terjadi pada lansia.
5. Vaksin RSV (Respiratory Syncytial Virus)
RSV kini juga menjadi perhatian pada kelompok usia lanjut. CDC mencantumkan vaksin RSV untuk usia 75 tahun ke atas, serta usia 50–74 tahun dengan kondisi risiko tertentu melalui mekanisme pengambilan keputusan klinis bersama dokter.
6. Vaksin COVID-19
Lansia tetap termasuk kelompok prioritas vaksinasi COVID-19. PAPDI mencantumkan lansia berusia di atas 59 tahun sebagai salah satu kelompok sasaran utama rekomendasi vaksinasi COVID-19 di Indonesia, mengingat risiko keparahan penyakit yang lebih tinggi pada kelompok ini.
Catatan Khusus: Vaksin MMR pada Lansia
PAPDI mencatat bahwa vaksin MMR (campak, gondongan, rubela) merupakan vaksin hidup yang dilemahkan dan tidak boleh diberikan pada individu dengan daya tahan tubuh sangat rendah, sementara data efektivitasnya pada usia di atas 65 tahun masih terbatas. Karena itu, kebutuhan vaksin ini pada lansia sebaiknya dikonsultasikan langsung dengan dokter berdasarkan riwayat kesehatan dan status imun masing-masing.
Kapan dan Di Mana Lansia Bisa Vaksinasi?
Jenis dan jadwal vaksin yang tepat sangat bergantung pada usia, riwayat vaksinasi sebelumnya, serta kondisi kesehatan masing-masing individu — karena itu pemeriksaan kesehatan sebelum vaksinasi sangat dianjurkan. inHarmony Clinic menyediakan layanan Vaksinasi Golden Age yang dirancang khusus untuk kebutuhan imunisasi lansia, didukung layanan medical check-up untuk memastikan kondisi tubuh siap menerima vaksin, di berbagai kota termasuk Jakarta, Bogor, Tangerang, Depok, Surabaya, Bandung, Madiun, Karawang, Makassar, Mataram, Lombok Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan.
FAQ Seputar Vaksin untuk Lansia
Vaksin apa saja yang wajib untuk lansia?
Menurut CDC, vaksin yang umum direkomendasikan untuk lansia usia 65 tahun ke atas meliputi influenza tahunan, pneumokokus, booster Tdap setiap 10 tahun, zoster, RSV (sesuai indikasi usia), dan COVID-19. Kebutuhan spesifik tetap perlu dikonsultasikan dengan dokter.
Apakah lansia dengan penyakit kronis boleh divaksin?
Umumnya boleh, bahkan sangat dianjurkan, karena lansia dengan kondisi kronis seperti diabetes atau penyakit jantung berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat jika terinfeksi. Namun keputusan akhir tetap perlu melalui evaluasi dokter, terutama untuk vaksin hidup seperti MMR.
Berapa lama efek vaksin flu pada lansia bertahan, dan apakah perlu diulang tiap tahun?
Ya. CDC merekomendasikan vaksin influenza diberikan setiap tahun karena virus influenza terus bermutasi dan kekebalan dari vaksin dapat menurun seiring waktu.
Apa bedanya vaksin pneumokokus PCV dan PPSV untuk lansia?
CDC dan PAPDI menjelaskan bahwa pilihan dan urutan pemberian PCV15/PCV20/PCV21 atau PPSV23 disesuaikan dengan riwayat vaksinasi pneumokokus sebelumnya, sehingga sebaiknya ditentukan bersama dokter yang memahami riwayat kesehatan pasien.
Di mana lansia bisa melakukan vaksinasi golden age di Indonesia?
Lansia dapat berkonsultasi dan melakukan vaksinasi di fasilitas kesehatan atau klinik vaksinasi terdekat, termasuk jaringan klinik inHarmony yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.
Sumber
- CDC – Adult Immunization Schedule by Age
- CDC – Adult Immunization Schedule Notes
- WHO – Immunization Agenda 2030 dan konteks Decade of Healthy Ageing (ringkasan kebijakan vaksinasi lansia)
- PAPDI (Satgas Imunisasi Dewasa) – Rekomendasi Vaksinasi Dewasa 2024–2025 (PCV15/PCV20, COVID-19, MMR pada lansia)
- Kementerian Kesehatan RI (Kemkes.go.id) – kebijakan dan rekomendasi vaksinasi lansia dan Tdap dewasa
Pelajari Lebih Lanjut
Ingin tahu lebih lanjut tentang vaksinasi untuk lansia atau keluarga tercinta? Pelajari layanan Vaksinasi Golden Age dan Vaksin Influenza dari inHarmony Clinic, atau lengkapi dengan Medical Check-up untuk memastikan kesiapan tubuh sebelum vaksinasi. Untuk konsultasi lebih lanjut, hubungi kami di info@inharmonyclinic.com atau temukan klinik terdekat melalui daftar lokasi klinik inHarmony.
