Meski status kedaruratan kesehatan global untuk COVID-19 sudah dicabut sejak 2023, virus SARS-CoV-2 belum sepenuhnya hilang dan masih menyebabkan kasus baru, termasuk di Indonesia. Setiap tahun, pertanyaan yang sama kerap muncul: apakah vaksin booster COVID-19 masih diperlukan, dan siapa saja yang sebaiknya mendapatkannya? Pertanyaan ini penting karena kekebalan tubuh terhadap COVID-19, baik hasil vaksinasi maupun infeksi alami, cenderung menurun dalam hitungan bulan, sementara virus terus bermutasi membentuk varian baru.
Foto: Marwan Mohamad / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)
Jawaban singkat: Menurut WHO dan CDC, booster COVID-19 paling direkomendasikan untuk lansia, orang dengan penyakit penyerta atau daya tahan tubuh lemah, ibu hamil, tenaga kesehatan, dan siapa saja yang belum pernah divaksinasi sama sekali. Kelompok berisiko tinggi disarankan mendapat booster setiap 6-12 bulan, sedangkan dewasa muda yang sehat dapat mendiskusikan kebutuhan booster dengan dokter sesuai kondisi masing-masing.
Kenapa Booster COVID-19 Masih Dibutuhkan di 2026?
Menurut WHO, kekadaran imun terhadap COVID-19 relatif cepat menurun, yaitu dalam waktu sekitar enam bulan setelah vaksinasi maupun infeksi. Karena itu, WHO memperbarui rekomendasi komposisi antigen vaksin secara berkala agar tetap sesuai dengan varian yang beredar. Senada dengan itu, CDC juga memperbarui vaksin COVID-19 setiap musim, dengan versi 2025-2026 yang disesuaikan agar memberikan perlindungan terbaik dari galur virus yang saat ini beredar. Meski sebagian besar kasus COVID-19 pada orang sehat kini tergolong ringan, virus ini tetap dapat menyebabkan sakit berat, perawatan rumah sakit, bahkan kematian pada kelompok rentan, serta berisiko menimbulkan gejala berkepanjangan yang dikenal sebagai Long COVID.
Siapa yang Paling Direkomendasikan Mendapat Booster?
WHO dan CDC sama-sama menekankan bahwa vaksinasi COVID-19, termasuk booster, perlu diprioritaskan pada kelompok dengan risiko sakit berat paling tinggi. Berikut kelompok-kelompok yang paling dianjurkan.
Lansia dan Orang dengan Penyakit Penyerta
WHO menempatkan orang berusia 75 tahun ke atas (atau ambang usia yang ditetapkan negara masing-masing) sebagai prioritas utama, disusul kelompok usia 60 tahun ke atas dengan komorbid seperti penyakit jantung, diabetes, gangguan paru, atau obesitas berat. Rekomendasi Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI Indonesia turut menganjurkan booster setiap 6-12 bulan bagi lansia dengan komorbid dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Untuk kelompok usia emas, inHarmony Clinic menyediakan layanan vaksinasi golden age yang mencakup skrining kesehatan sebelum vaksinasi agar lebih aman dan sesuai kondisi masing-masing individu.
Ibu Hamil
CDC secara khusus mencantumkan ibu hamil, ibu menyusui, dan mereka yang sedang merencanakan kehamilan sebagai kelompok yang penting untuk tetap mendapat vaksinasi COVID-19, karena kehamilan dapat meningkatkan risiko sakit berat akibat COVID-19. Rekomendasi PAPDI menyebutkan satu dosis booster untuk setiap kehamilan. Keputusan waktu dan jenis vaksin sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter kandungan.
Tenaga Kesehatan dan Karyawan dengan Paparan Risiko Tinggi
Tenaga kesehatan dan pekerja yang kontak langsung dengan pasien atau kelompok berisiko tinggi juga dianjurkan mendapat booster setiap 12 bulan menurut rekomendasi PAPDI. Perusahaan dapat memfasilitasi hal ini melalui program vaksinasi corporate, yang memudahkan karyawan mendapatkan vaksin tanpa perlu mengatur jadwal secara individu, sekaligus membantu menjaga produktivitas tim dengan menekan risiko penularan di tempat kerja.
Dewasa Muda dan Sehat
Untuk dewasa muda tanpa faktor risiko, CDC menempatkan keputusan vaksinasi sebagai pilihan berbasis diskusi individu dengan tenaga medis (individual-based decision-making), bukan kewajiban umum. Meski begitu, booster tetap dapat bermanfaat untuk mengurangi risiko tertular sekaligus menekan risiko menularkan virus ke anggota keluarga yang lebih rentan, serta mengurangi kemungkinan mengalami Long COVID. Diskusi mengenai kebutuhan ini dapat dilakukan bersama dokter saat menjalani vaksinasi dewasa rutin.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Booster?
WHO merekomendasikan minimal satu dosis per tahun untuk kelompok prioritas, dengan dua dosis berjarak sekitar enam bulan yang lebih disarankan bagi kelompok risiko tertinggi seperti lansia dan orang dengan gangguan imun berat. Rekomendasi PAPDI di Indonesia sejalan dengan hal ini, yaitu booster setiap 6-12 bulan untuk lansia dengan komorbid atau kondisi imunokompromais, dan setiap 12 bulan untuk dewasa dengan komorbid atau obesitas serta tenaga kesehatan. Bila baru saja terinfeksi COVID-19, CDC menyarankan vaksinasi dapat ditunda hingga sekitar tiga bulan setelah gejala muncul atau hasil tes positif, kecuali bagi kelompok berisiko tinggi yang sebaiknya tetap mengikuti anjuran dokter.
Apakah Vaksin Booster Terbaru Aman dan Efektif?
WHO menegaskan bahwa seluruh vaksin COVID-19 yang telah mendapat izin penggunaan darurat atau prakualifikasi WHO tetap memberikan perlindungan terhadap sakit berat dan kematian akibat varian SARS-CoV-2 yang beredar saat ini. Orang yang sudah divaksinasi tetap mungkin tertular, namun umumnya dengan gejala yang lebih ringan. Efek samping yang paling sering dilaporkan bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri di area suntikan, demam ringan, atau badan terasa lelah selama satu hingga dua hari.
FAQ Seputar Booster COVID-19
Apakah booster COVID-19 wajib bagi semua orang?
Tidak. Booster COVID-19 tidak diwajibkan secara umum, tetapi sangat dianjurkan bagi kelompok berisiko tinggi seperti lansia, orang dengan komorbid, ibu hamil, dan tenaga kesehatan. Untuk dewasa muda yang sehat, keputusan diambil berdasarkan diskusi dengan dokter sesuai kondisi masing-masing.
Berapa lama perlindungan dari booster COVID-19 bertahan?
Menurut WHO, kekebalan tubuh terhadap COVID-19 cenderung menurun dalam waktu sekitar enam bulan setelah vaksinasi maupun infeksi, sehingga vaksinasi ulang secara berkala tetap penting terutama bagi kelompok berisiko tinggi.
Bolehkah booster COVID-19 diberikan bersamaan dengan vaksin influenza?
Pemberian bersamaan umumnya diperbolehkan pada banyak kondisi karena kedua vaksin sama-sama disuntikkan setiap tahun menjelang musim penularan meningkat. Namun, keputusan akhir tetap perlu disesuaikan dengan riwayat kesehatan masing-masing, sehingga konsultasi dengan dokter sebelum vaksinasi tetap dianjurkan.
Apakah anak-anak perlu mendapat booster COVID-19?
CDC merekomendasikan vaksin COVID-19 tersedia bagi anak mulai usia 6 bulan ke atas dengan pendekatan keputusan individu, terutama bagi anak dengan kondisi kesehatan tertentu yang meningkatkan risiko sakit berat. Diskusikan kebutuhan booster untuk anak dengan dokter anak.
Di mana bisa mendapatkan vaksin booster COVID-19?
Booster COVID-19 dapat diperoleh di fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan vaksinasi dewasa maupun lansia, termasuk melalui program vaksinasi corporate bagi karyawan perusahaan.
Sumber
- WHO — Coronavirus disease (COVID-19): Vaccines, who.int
- CDC — Staying Up to Date with COVID-19 Vaccines, cdc.gov
- Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI — Jadwal Imunisasi Dewasa 2025, imuni.id
Menentukan apakah Anda atau keluarga perlu booster COVID-19 sebaiknya didiskusikan dengan tenaga medis, terutama jika memiliki penyakit penyerta, sedang hamil, atau baru pulih dari infeksi. Tim inHarmony Clinic siap membantu Anda memilih jadwal vaksinasi yang tepat sesuai usia dan kondisi kesehatan. Hubungi kami melalui info@inharmonyclinic.com atau kunjungi jaringan klinik inHarmony terdekat untuk konsultasi dan jadwal vaksinasi.
